Nasional

Usai Sidang, Tahanan Kabur Lewat Ventilasi

Dengan postur tubuh kecil, Asoy mampu melewati lubang ventilasi 40 x 40 centimeter.

Senin, 20 Februari 2012, 19:54 WIB
Maya Sofia
Tahanan narkoba kabur lewat ventilasi usai sidang. (VIVAnews/Ikram)

VIVAnews - Seorang terdakwa kasus narkoba di Samarinda melarikan diri usai menjalani sidang. Pria bernama Asau alias Asoy itu kabur dari dalam kamar tahanan Kantor Pengadilan Negeri Samarinda.

Asoy berhasil lolos setelah membongkar ventilasi berukuran 40 x 40 centimeter di kamar mandi. Ia diketahui menghilang sekitar pukul 17.30 WITA. Ketika petugas mengecek ke dalam sel untuk membawa tahanan ke Rutan, ternyata jumlah tahanan berkurang satu.

"Selama berada di dalam sel, para tahanan tidak diborgol. Mereka diborgol ketika akan dibawa ke dalam mobil untuk dipindahkan. Nah, ketika akan dihitung, ternyata jumlah tahanan berkurang satu," ujar Humas PN Samarinda, Tetes, kepada VIVAnews, Senin, 20 Februari 2012.

Tetes menuturkan, sebenarnya para tahanan sudah akan dibawa ke dalam mobil dalam jumlah lengkap usai sidang. Namun, karena ada satu sidang yang akan digelar sore hari, para tahanan pun urung dibawa ke dalam mobil.

Oleh petugas kejaksaan, mereka dibawa kembali ke dalam sel tahanan. Borgol mereka dilepas dan satu tahanan dibawa ke ruang sidang. Di sela waktu itulah, Asoy diperkirakan menjebol ventilasi dan meloloskan diri dari ruang sempit itu.

Asoy digambarkan bertubuh kecil. Dari posturnya, Asoy diperkirakan bisa meloloskan tubuhnya dari lubang ventilasi. Tetapi, jarak dari lantai kamar mandi ke lubang ventilasi itu setinggi 2 meter. Tetes menduga, ada seorang tahanan yang membantu Asoy melarikan diri. Hal itu terlihat dari jejak tangan yang ada di dalam kamar mandi.

Menurut Tetes, sehari sebelumnya pihak PN Samarinda berencana memperbaiki lubang ventilasi yang terbuat dari kayu itu. Rencananya, lubang ventilasi itu akan dipasangi teralis besi.

Hal tersebut dilakukan karena sebelumnya sudah ada tanda-tanda bahwa tahanan akan menggunakan lubang ventilasi itu untuk melarikan diri, yakni percobaan perusakan di sekitar ventilasi.

"Ya, tapi tidak terbayangkan kalau kejadiannya (tahanan melarikan diri) akan secepat ini. Baru saja kami hendak memperbaikinya," ucap Tetes.

Laporan : Ikram | Kaltim

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ