Nasional

250 Pilot Dikuliahi Bahaya Narkoba

Tak hanya pilot, kopilot, pramugari, teknisi, dan awak kabin lainnya juga ikut ditatar.

Jum'at, 10 Februari 2012, 17:28 WIB
Elin Yunita Kristanti, Suryanta Bakti Susila
Seorang pilot di dalam kabin pesawat.  

VIVAnews - Sudah empat pilot dicokok karena tertangkap menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Fakta ini membuat ngeri para penumpang pesawat. Menyikapi kasus itu, hari ini, Jumat, 10 Februari 2012, Kementerian Perhubungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menatar pilot-pilot makapai komersial tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Sekitar 250 pilot mengikuti acara yang diadakan di Gedung Kementerian Perhubungan.

Sejumlah pejabat BNN memaparkan materi di seputar bahaya penyalahgunaan narkoba serta konsekuensi hukumnya. Tak hanya pilot, kopilot, pramugari, teknisi, dan awak kabin lainnya juga diikutkan dalam acara itu.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Heri Bakti mengatakan sosialisasi dilakukan agar tidak terulang lagi kasus pilot kedapatan nyabu. "Diharapkan dari sosialisasi ini nantinya ada perubahan manajemen, dari safety penerbangan, dalam mengawasi stafnya," kata Heri di Kementerian Perhubungan, Jumat 10 Februari 2012.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub Bambang Supriyadi Ervan mengatakan acara itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepahaman kerja sama antara Kementrian Perhubungan dan BNN. Paska penangkapan empat pilot terkait kasus narkoba, pihaknya berupaya lebih keras melakukan pencegahan. "Ini merupakan langkah pencegahan," kata Bambang.

Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Stephanus mengatakan, harus dievaluasi sumber masalah pilot menggunakan narkoba. "Pemicu untuk menggunakan narkoba bisa jadi karena pola kerja yang tidak benar," katanya.

Namun, apapun alasannya, penggunaan barang haram itu dapat tak ditolerir. "Bagi kami, apapun alasannya harus dihindari. Kami kan committed, keselamatan penerbangan di atas segalanya," ujarnya.

Sementara para pilot sedang kuliah, di luar Gedung Kementerian Perhubungan, puluhan orang yang mengatasnamakan diri sebagai "Masyarakat Cinta Perhubungan" menggelar unjuk rasa.

Kasus pilot nyabu terungkap saat BNN membekuk pilot Lion Air berinisial SS. Tak hanya barang bukti sabu seberat 0,4 gram dan alat penghisap, di tubuh pilot itu juga terpapar barang haram.

Kejadian Sabtu 4 Februari 2012 itu bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, aparat juga mencokok pilot berinisial HA. Pertengahan 2011 lalu, dua penerbang, pilot MN dan kopilot HT dibekuk saat pesta sabu. Juga 6 April 2011 lalu seorang pramugari tertangkap tangan menyimpan sabu di pakaian dalam. Semua dari maskapai yang sama. (kd)

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
benwae
13/02/2012
Pilot itu bukan orang yang O,on, kemampuan otak mereka di atas rata-rata, mereka semua tahu akan risiko segala tindakan yang dia lakukan, kata kuncinya adalah.., sikap mental mereka .........
Balas   • Laporkan
800215422207
10/02/2012
Enak kali ya nyabu diketinggian beribu ribu km diatas permukaan tanah,terbangggggggggggg tingggggggggggiiii..
Balas   • Laporkan
renba
10/02/2012
Kalau seluruh kru pesawat terbang yang ada di negara ini, diputar pakai sentrifus seperti alat pemutar di laboratorium, yang ketangkap seharusnya bukan 4 orang. BNN pasti lebih mengetahuinya....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ