VIVAnews - Indonesia telah resmi membeli pesawat kepresidenan. Pesawat RI 1 berjenis Boeing Bussiness Jet 2 Green Aircraft akan tiba di tanah air pada Agustus 2013.
Pesawat kepresidenan ini dibeli dengan harga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar, dengan rincian: US$58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.
Dikutip dari Boeing.com, pesawat BBJ2 ini didisain untuk keperluan VIP. Yakni didisain dengan konfigurasi mewah dengan keberadaan kamar tidur utama, toilet yang dilengkapi dengan shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu.
Boeing BBJ2 ini memiliki panjang sekitar 39,5 meter, panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter dan memiliki diameter 3,73 meter. Untuk interiornya, BBJ2 ini memiliki panjang 29,97 meter, dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter.
Dengan daya tampung 39.539 liter bahan bakar, pesawat ini dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer. Namun jika pesawat berisi maksimal 50 orang, maka jarak tempuhnya mencapai 8.630 kilometer. Jarak tempuh itu bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 871 kilometer per jam.
Enam Tangki
Sekretaris Kantor Sekretariat Negara, Lambock V. Nahattands, menyatakan saat ini pabrik Boeing tengah memasang enam tangki bahan bakar ke badan pesawat agar pesawat itu bisa terbang nonstop selama 10-12 jam. Pemasangan tangki dilakukan oleh PATS Aircraft System, dan dijadwalkan selesai pada April 2012.
Setelah pemasangan keenam tangki itu, lanjut Lambock, pekerjaan selanjutnya adalah memasang interior kabin dan sistem keamanan yang dilakukan oleh completion center. Untuk pemasangan kedua kelengkapan itu, saat ini proses lelang sedang berjalan, dan pemenangnya ditentukan akhir Februari 2012.
"Pekerjaan interior cabin dan security system akan dimulai Mei 2012 dan diperkirakan selesai Agustus 2013," kata Lambock. (ren)
wajar aja sih punya pesawat kepresidenan,,masa presiden menghadiri KTT ASEAN disuruh naik ojek ke luar negeri ? presiden kita belum dtg,presiden lain udah balik ke negara masing2.....
komisi dari beli pesawat bisa untuk beli bank century untuk tutup masalah korupsi di situ. jd kerugian negara untuk kasus century = 0 karena sudah dibeli. makanya pemerintah "nekat" beli pesawat yang pasti menuai kontroversi,.......tebakan saya begitu
kalo buat saya sih, mending beli pesawat buat presiden daripada di korupsi berjamaah...toh juga itu bisa meninggikan martabat indonesia diantara negara lain. dengan catatan korupsi dikurangi, dan klo bisa dihilangkan...
yahh sudah dipastikan pilpres 2014 bakal makin sikut2an jadi presiden, lahh wong kalo berhasil jd presiden dpt pesawat pribadi, mantaplah Indonesia, Rakyat masih susah hidup, Presidennya punya pesawat harga 820 M
s4y4
| 10/02/2012
|
Laporkan
Dodol nih org sm ma nicknya..bukan pesawat pribadi itu,lo klo mau make tuh pesawat bisa juga tp sekolah dlu yg bener tuh otak, biar jd presiden,masa presiden gak da pesawat khusus..
irwinsulaiman
| 10/02/2012
|
Laporkan
itu pesawat kepresidenan, siapapun presidennya nanti pesawat nya ya ini. jadi bukan milik pribadi.
bowoitunuri
10/02/2012
sebuah dilema memang,, pesawat kepresidenan itu butuh namun dibeli disaat masih banyak kemiskinan