Nasional

Naik Status, Kasus Hambalang Tunggu Ekspose

Saat ini status hukum kasus sport center Hambalang baru tahap penyelidikan

Kamis, 9 Februari 2012, 19:32 WIB
Syahid Latif, Dedy Priatmojo
Maket Proyek Hambalang (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Naiknya status hukum penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan pusat olahraga (sport center) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang menyeret sejumlah petinggi Partai Demokrat, tinggal menunggu proses ekpose pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Apakah dalam hasil ekspose itu bisa dinaikkan ke penyidikan atau tidak. Itu saya belum tahu kapan ekspose itu akan dilakukan, tetapi yang pasti ini masih berjalan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantor KPK, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2012.

Johan memastikan, kasus dugaan korupsi sport center Hambalang sampai kini  masih pada tahap penyelidikan. KPK sendiri terus berusaha mengembangkan kasus ini diantaranya dengan memintai keterangan sejumlah pihak, termasuk eks Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

"Kemudian ada dari Kementerian Pekerjaan Umum dan beberapa pihak yang sedang kami dalami. Sebelumnya KPK juga telah memeriksa konsultan proyek pembangunan Hambalang. Jadi penyelidikkan itu masih jalan hingga hari ini," ujarnya.

KPK, lanjut Johan, mengklaim telah memiliki data-data terkait proyek yang disebut sebagai penyokong dana kongres Partai Demokrat. Data itu berbeda dari data dan informasi yang diperoleh dari Nazaruddin di persidangan.

"KPK punya cara sendiri untuk bisa menelusuri kasus ini lebih jauh dalam penyelidikan ini, termasuk keterangan-keterangan yang disampaikan oleh Nazaruddin," tuturnya.

Meski demikian, Johan mengaku KPK nantinya juga akan memanggil sejumlah pihak, baik yang disebut Nazaruddin maupun yang tidak, untuk diminta keterangan dan informasi atas dugaan korupsi pengadaan sport center bernilai miliaran rupiah itu.

"Kemungkinan itu sangat terbuka, soal kapan dan waktunya yang tepat untuk meminta nama-nama yang disebut Nazar tersebut," tandasnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
osland.advokat
10/02/2012
Mau bohong apalagi...??
Balas   • Laporkan
osland.advokat
09/02/2012
Karena dibuka oleh Nazar baru terungkap kasus ini, sbllmnya KPK tdk tahu atau pura2 tdk tahu..??
Balas   • Laporkan
babonn
09/02/2012
Salah satu saksi kunci kasus ini Mahfud Saroso yg konon hilang di telan bumi, harus segera ditemukan dan dimintai keterangan secepatnya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ