Kenapa RI Pilih Boeing untuk Pesawat Presiden
Pemerintah ternyata telah membayar badan pesawat seharga Rp525 miliar.
Kamis, 9 Februari 2012, 18:30 WIB
Syahid Latif, Suryanta Bakti Susila
Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet 2 (Sekretariat Negara)
VIVAnews - Meski pro kontra seputar pembelian pesawat kepresidenan masih menjadi perdebatan, rupanya pemerintah telah melunasi harga badan pesawat dan telah diserahterimakan pada 21 Januari 2012.
Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V. Nahattands mengatakan sampai Januari 2012, pemerintah telah melunasi harga badan pesawat Boeing Business Jet 2 Green Aircraft US$58,6 juta atau Rp525,9 miliar. Jika ditambah biaya administrasi, harga pembelian itu menjadi Rp526,143 miliar.
Pembayaran dilakukan dalam tiga tahap berdasar kontrak tahun jamak yang dikeluarkan Menteri Keuangan pada 21 Desember 2010, bernomor S-566/MK.2/2010. "Pembayaran tahap pertama dilakukan tahun 2010," kata Lambock di Setneg, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.
Lambock mengungkapkan, dalam pengadaan pesawat kepresidenan itu, Sekretariat Negara telah membentuk tim yang bertugas menyusun spesifikasi teknis beserta anggarannya sesuai standar pengamanan VVIP. Tim terdiri atas unsur Sekretariat Negara, Sekretaris Militer Presiden, Mabes TNI AU dan Paspampres, serta PT Garuda Indonesia.
Mengapa Boeing?
Keputusan pemerintah membeli pesawat jenis Goeing, ungkap Lambock, dikarenakan jenis pesawat ini menguntungkan ditinjau dari operasional dan perawatan.
Dari segi operasional, pemerintah menganggap para pilot di dalam negeri, termasuk pilot TNI AU, lebih siap dan mengenal pesawat jenis Boeing. Sementara dari segi perawatan, lebih banyak dan siap serta memiliki kapabilitas yang memadai dibanding untuk perawatan pesawat merek lain.
"Pesawat Boeing telah banyak digunakan untuk penerbangan VVIP negara-negara di dunia," katanya.
Kriteria dan spesifikasi pesawat kepresidenan yang dibuat pemerintah adalah mampu terbang jauh sekitar 10-12 jam, mampu mendarat di bandara kecil, memuat kapasitas rombongan presiden yang berjumlah sekitar 70 orang.
Kriteria lain adalah memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation dan inflight entertainment yang khusus. (kd)
Maklum menjelang pemilu.. biar sby bisa kampanye keliling Indonesia pake pesawat ini. Supaya PD tetap dipilih rakyat walau dia nggak bisa calonin lagi. Lagi pula pasti ada komisi dari boeing utk para pejabat dinegeri ini. Lumayan lah katanya..! :p
roeltomohon
11/02/2012
Singkat saja......! DARIPADA DIKORUPSI, LEBIH BERMANFAAT DUIT RAKYAT BUAT BELI PESAWAT...!
baguslah kl punya pesawat pribadi...gak kalah ma amrik yg punya air force one dripada naek ojek,mending punya motor sndiri.sama juga sperti daripda pke psawat carteran,,mending pesawat pribadi. tpi kyknya perawatnnya boros deh..
Gampang jatuh dan sering tergelincir... Jadi biar rakyatnya sering berdoa .... Klo terjadi apa-apa pada para pejabatnya..
hmmmmmm, beli pesawat ya? kredit pake adira berapa lama ya?
20072003
|
09/02/2012
|
Laporkan
7 turunan.
g jg bingung luh... masa pemerintahan sby tgl 2taun, mrk yg mempunyai pesawat pribadi mmg bs dikategorikan negara MAJU sedangkan Indonesia msh berkembang, gayanya dah ky negara maju... pdhl kemiskinan dan infrastruktur msh menyengsarakan rakyat....
wisnu2306
|
11/02/2012
|
Laporkan
Nanti kan kalau udah lengser,pesawatnya langsung jadi milik pribadi. Shg presiden selanjutnya kudu beli lagi.
siginting
|
10/02/2012
|
Laporkan
lebih hemat mas bro dari pada menyewa pesawat carteran !! mas bro pikirin dunk kl mas bro naek angkot sm naek motor pribadi ??...hematan mana ?
Krena Boeing adalah produk Amerika. Coba kalau Boeing adalah produk PTDI (IPTN) Mana mau beli... Tahu sendiri pejabat Indoensia Nasionalismenya payah.
andariesta
|
11/02/2012
|
Laporkan
Komisi dari boeing lumayan bang.. PT.DI sudah bikin merancang design pesawat seperti ini tahun 1994 yaitu N2130 tapi dihentikan krn tekanan Amrik. Dan designnya ditiru sama ini pesawat..Lihat bentuk ujung sayapnya!
banaspati
|
10/02/2012
|
Laporkan
produksi PTDI masih terbatas pd pesawat jarak pendek (C 212, CN235, N250). gmana kalo presiden mau ke eropa atau amerika???? komen ngawur
neosack
|
10/02/2012
|
Laporkan
pt DI lom bsa memiliki teknologi seperti boeing.
rakyat kurang gizi,barang mahal, sekolah ambruk,jembatan putus E...e....e....eeee, SBY beli BOEING Lengkap sudah CERITA di tanah tercinta ini
inozzz
|
10/02/2012
|
Laporkan
Setuju bro neosack... Negara kita gak maju2 krn org2 yg negatif thinking mulu
neosack
|
10/02/2012
|
Laporkan
lebih baik beli pesawat dan jelas guna nya. daripada revovasi tolilet? JGN ANGGAP REMEH MENJADI PRESIDEN, KALO LU BISA MAJUIN NEGARA INI NNTI 2014 LU JADI CAPRES AJAH.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar