VIVAnews - Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mengaku memergoki kehadiran pembela Mindo Rosalina Manulang, Djufri Taufik, dan Muhammad Nasir hingga tengah malam di sel adiknya, Muhammad Nazaruddin, di Rutan Cipinang.
Kubu Nazaruddin juga membantah adanya konspirasi dengan kubu Rosa terkait pertemuan yang berlangsung hingga tengah malam itu.
"Konspirasi bagaimana, buktinya di sidang si Rosa itu memberatkan Nazaruddin," kata pengacara Nazar, Rufinus Hutauruk, saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 9 Februari 2012.
Rufinus menjelaskan, kehadiran Nasir yang juga anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Demokrat itu adalah untuk menemani adiknya yang sedang sakit. "Apa salahnya kakak menemani adik yang sedang sakit. Kalau ada apa-apa bagaimana," ujarnya.
Sebelumnya, Denny menyatakan saat sidak ke Rutan Cipinang, pihaknya menemukan adanya pertemuan antara Nazaruddin, Djufri Taufik, M Nasir, dan beberapa orang lainnya. "Pertemuan itu sekitar jam 11 malam. Ini adalah pertemuan di luar aturan," kata Denny di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.
Denny menjelaskan, sidak ini dilakukan karena melalui pantauan CCTV ada kegiatan yang dilakukan kubu Nazaruddin di luar jam besuk. "CCTV itu langsung tersambung ke ruang Menkumham dan Wamen. Kami sudah melakukan pengawasan," ujar Denny.
Menurut Denny, Nasir dan Djufri Taufik sempat menjelaskan alasan kedatangannya ke rutan malam hari karena Nazaruddin sakit. Denny bersikukuh tetap saja pelanggaran karena berkunjung di saat jam kunjungan tidak berlaku. "Apalagi orang sakit dikunjungi kapan istirahatnya," tuturnya.
Diakui Denny, bahwa Nazaruddin memiliki buku tamu sendiri. Nazaruddin sering menerima kunjungan di luar jam besuk. Nasir yang menjabat anggota Komisi III DPR juga selalu berkunjung di luar jam kunjungan. "Ini kelihatanya mengulang Rutan Pondok Bambu saat yang bersangkutan mengunjungi Mindo Rosalina kemudian terjadi lagi di Cipinang," ucap Denny. (umi)