Nasional

Kubu Nazar: Apa Salahnya Kakak Besuk Adik

Nasir datang ke sel Nazaruddin karena terdakwa suap Wisma Atlet itu sedang sakit.

Kamis, 9 Februari 2012, 13:37 WIB
Arry Anggadha
Muhammad Nazaruddin (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, mengaku memergoki kehadiran pembela Mindo Rosalina Manulang, Djufri Taufik, dan Muhammad Nasir hingga tengah malam di sel adiknya, Muhammad Nazaruddin, di Rutan Cipinang.

Kubu Nazaruddin juga membantah adanya konspirasi dengan kubu Rosa terkait pertemuan yang berlangsung hingga tengah malam itu.

"Konspirasi bagaimana, buktinya di sidang si Rosa itu memberatkan Nazaruddin," kata pengacara Nazar, Rufinus Hutauruk, saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 9 Februari 2012.

Rufinus menjelaskan, kehadiran Nasir yang juga  anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Demokrat itu adalah untuk menemani adiknya yang sedang sakit. "Apa salahnya kakak menemani adik yang sedang sakit. Kalau ada apa-apa bagaimana," ujarnya.

Sebelumnya, Denny menyatakan saat sidak ke Rutan Cipinang, pihaknya menemukan adanya pertemuan antara Nazaruddin, Djufri Taufik, M Nasir, dan beberapa orang lainnya. "Pertemuan itu sekitar jam 11 malam. Ini adalah pertemuan di luar aturan," kata Denny di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.

Denny menjelaskan, sidak ini dilakukan karena melalui pantauan CCTV ada kegiatan yang dilakukan kubu Nazaruddin di luar jam besuk. "CCTV itu langsung tersambung ke ruang Menkumham dan Wamen. Kami sudah melakukan pengawasan," ujar Denny.

Menurut Denny, Nasir dan Djufri Taufik sempat menjelaskan alasan kedatangannya ke rutan malam hari karena Nazaruddin sakit. Denny bersikukuh tetap saja pelanggaran karena berkunjung di saat jam kunjungan tidak berlaku. "Apalagi orang sakit dikunjungi kapan istirahatnya," tuturnya.

Diakui Denny, bahwa Nazaruddin memiliki buku tamu sendiri. Nazaruddin sering menerima kunjungan di luar jam besuk. Nasir yang menjabat anggota Komisi III DPR juga selalu berkunjung di luar jam kunjungan. "Ini kelihatanya mengulang Rutan Pondok Bambu saat yang bersangkutan mengunjungi Mindo Rosalina kemudian terjadi lagi di Cipinang," ucap Denny. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
trav
12/02/2012
Menjelang 2014 pembusukan lawan politik demokrat ok juga nih.... Pembunuhan karakter bukan saja pada kandidat potensial tetapi sekaligus mesin politik yang membesarkannya.. Salut buat ICAL!!!
Balas   • Laporkan
Kok masih tanya apa salahnya. wong udah jelas salahnya.
Balas   • Laporkan
komisitiga
09/02/2012
Memang pengacara di Indonesia 95% adalah Membela yang bayar. jadi begitulah kualitas pengacara nya. Selain Jago kandang.jago ngotot.mafia hukum. yang paling nyata. 95% pengacara indonesia menurut survey di media menyatakan PENGACARA GAK PUNYA SOPAN SANTUN
Balas   • Laporkan
mpedmboiy
09/02/2012
selama mentri dan wamen nya masih dari ring satu presiden sih gw ngga percaya lah.. mentrinya aja kadang lupa kl dia mentri.. jd tetep belain demokrat.. bobrok lah hukum negara kl begini caranya
Balas   • Laporkan
robbyf
09/02/2012
yaa salah lahh....kalo gitu...semua keluarga tahanan bisa kapan aja nemuin anggota keluarga yang ditahan kalo lagi sakit....kan hubungan keluarga....emangnya peraturan milik bapak moyang lu....
Balas   • Laporkan
murai
09/02/2012
aturan kecil seperti jam besuk saja dilanggar, apalagi . . . . . .
Balas   • Laporkan
bambang78
09/02/2012
Denny Indrayana ketakutan karena dia akan juga terjerat dalam kasus nazarudin
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ