Nasional

Hari Pers Nasional, Saatnya Pers Independen

Sejumlah media massa dinilai cenderung bias, karena menyuarakan kepentingan pemiliknya.

Kamis, 9 Februari 2012, 13:24 WIB
Anggi Kusumadewi, Suryanta Bakti Susila
Pers diminta tidak bias dalam memberikan informasi kepada publik. (Fajar Sodiq (VIVAnews))

VIVAnews – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Lukman Hakim Syaifudin menyatakan peringatan Hari Pers Nasional ke-27 yang jatuh hari ini, Kamis 9 Februari 2012, merupakan momentum tepat untuk mengembalikan independensi pers.

Lukman berpendapat, di tengah industrialisasi pers saat ini, sejumlah media massa cenderung bias, karena diduga menyuarakan kepentingan pemilik sekaligus menjadi promotor liberalisasi minus edukasi.

Frekuensi publik yang seharusnya menjadi milik bersama, bahkan dimonopoli kepemilikannya. “Ini tantangan terbesar. Negara dan penggiat pers harus berkeadilan,” kata Lukman.

Politisi PPP itu juga menyoroti maraknya tayangan sadisme, kekerasan, dan pornografi yang diumbar tanpa saringan dan penjelasan yang memadai.

“Belum lagi terjadi sentralisasi konten. Rating, iklan, semua ditentukan oleh selera pusat. Info keragaman daerah jadi tertutup,” kritik Lukman.

Oleh karena itu, menurut dia, Komisi Penyiaran Indonesia sebagai institusi negara harus mengawasi praktik penyimpangan semacam itu. UU Penyiaran pun harus lebih diberdayakan.

“Semoga peringatan HPN ini sekaligus menjadi ajang refleksi dan mawas diri atas kondisi dunia pers kita,” ujar Lukman. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
indra_k
09/02/2012
Media merupakan "alat" politik yang sangat sensitif dalam membentuk opini masyarakat. Oleh karna itu, Media diharapkan agar lebih "netral" dalam memberikan informasi, tanpa ada interfensi politik didalamnya. Dan dapat memberikan "pendidikan" yg positif.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ