Nasional

Jokowi: PNS Solo Pakai Seragam Busana Jawa

Untuk melestarikan budaya tradisional supaya tidak hilang. Juga membantu industri kecil.

Kamis, 9 Februari 2012, 11:06 WIB
Elin Yunita Kristanti, Fajar Sodiq (Solo)
Jokowi: PNS Solo pakai busana adat Jawa (Fajar Sodiq (Solo))

VIVAnews - Tak cukup hanya memakai batik setiap hari Jumat. Walikota, Solo Joko Widodo mengeluarkan kebijakan busana tradisional daerah menjadi seragam resmi kalangan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Solo. Pakaian jawa teradisional tersebut wajib dikenakan setiap hari Kamis.

"Untuk laki-laki mengenakan pakaian beskap landung lengkap dengan jarik sogan coklat. Sedangkan yang perempuan memakai kebaya Jawa dengan kuthu baru," kata Jokowi sapaan akrab Walikota Solo kepada VIVAnews.com, Kamis, 9 Februari 2012.

Penggunaan seragam pakaian tradisional merupakan sebuah gebrakan baru untuk memperkuat identitas dan karakter kota Solo. "Yah, ini merupakan wujud dari berkepribadian dalam berkebudayaan," ujarnya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan alasan dipakainya busana  tradisional sebagai seragam dinas adalah untuk melestarikan budaya tradisional supaya tidak hilang.

"Kimono di Jepang sudah mulai sulit ditemukan di kalangan anak muda karena pemakainnya sulit. Oleh sebab itu, kita ingin menyederhanakan pemakaian busana tradisional Jawa yang sulit tanpa meninggalkan unsur budayanya," terang dia.

Kedepannya tidak hanya pegawai Pemkot Solo yang memakai seragam busana tradisional namun akan dikenakan oleh siswa sekolah dari SD hingga SMA. "Hari ini kan baru ujicoba dan yang memakai busana tradisional itu baru saya dan pak wakil walikota. Masak sih pemimpin nggak memberi contoh dulu. Nanti,  Kamis pekan depan semua pegawai sudah memakai seragam ini," tuturnya.

Selain melestarikan busana tradisional, kebijakan tersebut juga akan menghidupkan lagi industri kreatif berbasis kebudayaan. " Apalagi nanti jika siswa sudah memakai busana tradisional  pastinya industri kecil itu akan semakin tumbuh karena banyak pesanan," kata Jokowi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sampurnabirawa
24/02/2012
kalo bisa didesain dengan baik pak, jadi kalo mau kencing sama berak,, ga ribet gitu . . .sip..sip... kota solo memang top in 1 di indonesia
Balas   • Laporkan
paijo78
11/02/2012
gue setuju banget, cuman. apa gak rekaos pak, apalagi kalau mau sekedar ke kamar kecilbuat kencing atau BAB apa gak "pekekehan" PAK, wakakakakakaka
Balas   • Laporkan
maya87
10/02/2012
saya sih setuju2 aja...tp ap gk ribet pak? buat jongkok kan susah...
Balas   • Laporkan
predictible
09/02/2012
Appresciate Trributte Mr Jokowi,,
Balas   • Laporkan
pyrosina
09/02/2012
Biarin aja ribet tidak nya tergantung kebiasaan, kalau biasa lama lama juga gak ribet..Hidup pak Jokowi
Balas   • Laporkan
tyodo
09/02/2012
Ya Allah................. Ga bisa apa nyontoh kayak Bapak2 ini.... Mantepp Pak...
Balas   • Laporkan
ronygent
09/02/2012
patut di tiru itu gan..!!!!
Balas   • Laporkan
Setuju pak Jokowi, tapi kalau seminggu sekali ribet pak. Wajib 1xbln sekali saja sudah sangat baik dan diseragamkan.
Balas   • Laporkan
blondot2012
09/02/2012
Pak Jokowi, anda keliatan lebih ganteng, klo semua PNS dan Siswa sdh pake pakaian Jawa saya akan sempatkan berkunjung ke Solo, pasti sangat indah, benar benar Jawa, Salut pak untuk keberanian menampilkan identitas diri.
Balas   • Laporkan
dest
@dest
09/02/2012
elah.. apa gak rebet tuh?? cinta budaya sih oke, tapi kayanya gak harus segitunya juga..
Balas   • Laporkan
mrciprut | 24/02/2012 | Laporkan
abdi dalem kraton solo udah puluhan tahun pake beskap, ndak ada yang ngeluh tuh. semua bisa karena sudah terbiasa
tahta99 | 09/02/2012 | Laporkan
trus apa usulnya cara mencintai budaya..??emang susah ngomong ama org yg skeptis..
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ