VIVAnews - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar menegaskan dirinya tak pernah mengenal Danny Nawawi yang menyebutkan namanya dalam kasus dugaan suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) untuk kawasan transmigrasi dengan terdakwa I Nyoman Suisnaya.
Sebelumnya, dalam rekaman pembicaraan Danny Nawawi dan Syamsu Alam yang diperdengarkan di sidang tindak pidana korupsi (Tipikor), Muhaimin dikabarkan membutuhkan dana sebesar Rp2 miliar untuk menutup kekurangan tunjangan hari raya (THR).
"Maaf, sampai hari ini Pak Muhaimin tidak pernah mengenal apalagi bertemu dengan Saudara Danny Nawawi. Jangankan menteri, presiden dan staf khusus presiden saja pernah namanya dicatut untuk penipuan. Ini jahat sekali, sudah mencatut menteri masih juga mengatasnamakan THR," ujar Faisol Riza, staf khusus Menakertrans Muhaimin Iskandar, saat diminta konfirmasinya, Rabu, 8 Februari 2012.
Kasus suap DPID Transmigrasi mencuat setelah ditangkapnya I Nyoman Suisnaya, sesditjen P2KT, dan Dadong Ibarelawan, staf I Nyoman, dengan bukti Rp 1,5 miliar di kantornya. Ikut ditangkap bersama mereka seorang pengusaha Dharnawati yang belakangan divonis 2,5 tahun penjara.
"Pak Muhaimin tidak pernah mengusulkan DPID transmigrasi, semua terjadi tanpa sepengetahuan beliau. Dan itu bukan Kemenakertrans karena bukan DIPA kita. Silakan cek di Kemenkeu," tegas Faisol Riza, mantan aktivis korban penculikan 1998.
Faisol menambahkan bahwa penegasan ini untuk menyatakan bahwa telah terjadi penipuan yang mengatasnamakan menteri.
Berikut ini sebagian transkripsi lengkap pembicaraan antara Danny Nawawi dengan Syamsu Alam, dalam sidang terdakwa, I Nyoman Suisnaya sekretaris Direktorat Jenderal P2KT, Kemenakertrans di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.
Danny Nawawi:
"Saya baru keluar dari tempat Pak Menteri, Pak. Janjinya jam 9 pagi tetapi beliau baru sampai karena melepas mudik bareng di Kemayoran. Beliau buka-bukaan untuk memberikan THR ke seluruh Indonesia masih kurang hampir Rp2 miliar. Didaftarnya (penerima THR) ada kakek nenek saya juga. Beliau tadi buka-bukaan minta tolong. Dia ngomong saya nggak nagih duit tapi tolong bantu saya bantu saya. Ada juga temen yang masih janji. Saya baru dapet Rp6 miliar hampir Rp7 miliar kurangannya masih hampir Rp2 miliar. Jadi kalau memang bisa kalau bisa tolong bantu saya 7,5 (Rp750 juta)saja.
Syamsu Alam:
Masalahnya ini kami belum cair Pak.