VIVAnews - Anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum, Trimedya Panjaitan, menjamin bahwa tidak ada politik uang dalam proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung. Ketua Mahkamah Agung terpilih adalah Hatta Ali.
"Saya tadi hadir di sana. Saya pribadi punya harapan dan perhatian dengan MA, saya tidak lihat suasana itu politik uang tadi," kata Trimedya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012.
Indikasi tidak adanya dugaan kuat politik uang sangat terlihat dari kejar-kejaran perolehan suara antara kandidat Hatta Ali dan Ahmad Kamil. Bahkan ada juga beberapa suara yang diberikan kepada hakim lain.
Hakim lain yang dimaksud yakni, Ketua MA Bidang Yudisial Abdul Kadir Mappong (4 suara), Ketua Muda Perdata Khusus Mohammad Saleh (3 suara), dan Ketua Muda Tata Usaha Negara Paulus Effendi Lotulung (1 suara). Belum lagi, dalam pemilihan siang tadi ada 3 kartu suara tidak sah. "Saya pikir itu cukup menggambarkan adanya demokrasi di sini," kata politisi PDI Perjuangan ini.
Bagi Trimedya, terpilihanya Hatta Ali sebagai Ketua MA bukanlah sesuatu yang luar biasa. Rekam jejaknya yang ada menjadi acuan. "Hampir tidak pernah mendengar adanya cercaan atau track record yang buruk atas Pak Hatta ini," kata Trimedya.
Selama ini, kata Trimedya, Hatta Ali selalu menempati posisi yang strategis. Misalnya, menjadi Sekretaris Ketua MA Bagir Manan, Direktur Jenderal di Mahkamah Agung.
Keyakinan Trimedya ini diperkuat sambutan Hatta Ali yang berjanji akan mempertahankan reformasi yang selama ini sudah terjadi di Mahkamah Agung mengenai kualitas putusannya. "Karena yang paling penting di MA ini adalah kualitas putusan yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat."