VIVAnews - Ratusan anggota Satpol PP membongkar paksa tenda-tenda dan toilet yang dibangun oleh Warga Tanah Merah, Jakarta Utara di depan kantor Kementerian Dalam Negeri.
Tenda-tenda dan toilet tersebut dibongkar karena dinilai telah mengganggu tata tertib umum. Pembongkaran tenda sempat berlangsung ricuh, sejumlah warga tampak berontak dan mempertahankan tenda-tenda yang mereka bangun. Dua orang warga pingsan akibat kejadian tersebut.
"Tidak ada pemberitahuan secara resmi Kami tadi dalam proses negosiasi ternyata sudah dibongkar seperti itu," ujar Ketua Forum Tanah Merah Bersatu, M Huda di depan Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu 7 Februari 2012.
Huda menyayangkan tidak adanya tindakan atau keputusan tegas dari pemerintah apakah warga Tanah Merah dianggap sebagai rakyat Indonesia atau tidak.
"Kami akan tetap berjuang karena kami yakin ini adalah hak dasar rakyat yang dilindungi Undang-undang dan konstitusi negara Indonesia," kata dia.
Warga Tanah Merah mengancam akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak lagi. "Kami akan tetap bertahan sementara menunggu kawan-kawan yang lain," ujarnya.
Saat ini kantor Kemendagri dijaga puluhan aparat kepolisian dan satpol PP. Di sepanjang pintu depan kantor Kemendagri dipasang kawat berduri.
Meski ricuh, tidak ada korban dalam kerusuhan ini. Dua orang warga pingsan karena sisteris dengan pembongkaran tersebut.
Sebelumnya, Warga Tanah Merah, Jakarta Utara membangun toilet di depan kantor Kementerian Dalam Negeri. Mereka sudah 20 hari menginap di sana, mendesak Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menerbitkan KTP resmi untuk mereka.
Melihat pembangunan toilet tersebut, Gamawan Fauzi murka dan mengatakan, akan segera mengambil tindakan tegas. "Atas izin siapa? Kan membangun harus ada izin. Jangan main-main lah. Kalau mau demo itu hak warga negara," ujar Gamawan, kemarin.
Gamawan mengatakan pihaknya akan merobohkan apapun yang dibangun oleh demonstran Tanah Merah di wilayahnya. "Saya akan robohkan. Jangan main-main. Kalau mau ganggu, kami akan tindak," kata Gamawan. (umi)