Nasional

Disoal, Abraham Umumkan Status Angie Sendiri

"Mana yang empat lagi? Itu tanggung jawab moral semua harus kompak."

Selasa, 7 Februari 2012, 10:46 WIB
Elin Yunita Kristanti, Erick Tanjung (Yogyakarta)
Ketua KPK Abraham Samad Umumkan Tersangka Baru Kasus Wisma Atlet (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Pengacara senior dan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution menyarankan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi supaya tampil kompak di hadapan publik.

Kata Buyung, KPK adalah ujung tombak untuk memberantas korupsi yang sudah akut di negeri ini. Oleh karena itu, komisioner dalam lembaga pemberantasan korupsi tersebut harus kompak.

"KPK harus kompak itu, karena mereka ujung tombak. Jangan ada yang setengah-setengah hati," kata Adnan Buyung Nasution, saat ditemui VIVAnews.com di Yogyakarta.

Menurut pengacara senior itu, dengan tampilnya Abraham Samad, Ketua KPK sendirian di depan publik dalam mengumumkan status Angelina Sondakh menjadi tersangka penerima suap Wisma Atlet pekan lalu, itu bisa dibaca bahwa pimpinan KPK tidak solid.

"Kemarin (mengumumkan status tersangka Angie) waktu Samad (Abraham Samad) sendiri, itu tidak baik. Mana yang empat lagi? Itu tanggung jawab moral semua harus kompak," tegas buyung.

Ia menambahkan, pada saat KPK mengumungkan status Angie kepada publik, Abraham Samad tanpa didampingi empat orang pimpinan KPK lainnya. "Ini keputusan KPK, mereka harus kompak semua. Bahwa di dalam berbeda tidak apa-apa, tetapi keluar harus kompak, sehingga ke depan juga manis kan?" katanya.

Sebelumnya, berhembus isu perpecahan di tubuh pimpinan KPK mengenai kasus korupsi Wisma Atlet SEA games dan penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

Adalah politisi Hanura, Akbar Faizal yang mengungkapkannya ke publik. Menurut Akbar di DPR sudah lama mendengar ada polarisasi dalam berbagai keputusan komisioner KPK, terutama yang menyangkut kasus besar.

"Informasi dari wartawan yang mengatakan ada perpecahan dan Abraham sempat banting meja dan sebagainya. Sekali lagi saya menerima itu. Kemudian saya konfirmasi ke dalam (ke KPK)," ujarnya.

Namun, KPK membantah kabar ini. Baca selengkapnya di tautan ini. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mxol
07/02/2012
Bang buyung sudah tertular virus politikus DPR yang selalu mempermasalahkan hal-hal sepele. Pantas Indonesia terpuruk terus, soalnya sekarang orang sekaliber bang buyung saja sudah tumpul pemikirannya. Sudahlah tidak usang ngomong kalau cuma bikin riweuh
Balas   • Laporkan
bayuper
07/02/2012
Pokoknya lanjutkan..... KPK patut diapresiasi kinerja nya, dengan keberhasilannya sampai sejauh ini, semoga saja bisa menuntaskan semua kasus korupsi yang sudah membudidaya di indonesia kita ini.
Balas   • Laporkan
goumez
07/02/2012
Kagak usah diladeni omongan adnan buyung ini, ingat kang buyung KPK sekarang beda dengan KPK jaman dulu yg sering berpura2 membuat topeng dg nama kebersamaan. jalan terus kang somad ...kalau bisa rubah dasar kpk menjadi alquran dan hadist sohih.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ