Nasional

Polisi Tewas di Tangan Pembunuh Ibu Kandung

Bripka Nurkholis bermaksud ingin menangkap tersangka pembunuh ibu kandungnya.

Selasa, 7 Februari 2012, 06:44 WIB
Aries Setiawan, RHA (Makassar)
Bermaksud menangkap pelaku pembunuh ibu kandungnya, Bripka Nurkholis justru dibunuh pelaku  

VIVAnews - Nasib tragis menimpa Bripka Nurkholis, seorang anggota Polisi Sektor Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. Anggota Intelkam ini tewas saat berusaha menangkap seorang tersangka pembunuh ibu kandungnya.

Menurut Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Soemarno, peristiwa terjadi pada Minggu, 5 Februari 2012, sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, Nurkholis akan menuju daerah pegunungan, tepatnya di Dusun IV, Desa Dongkalan, Kecamatan Palasa setelah mendapat laporan bahwa ibu kandungnya dibunuh Usmin alias Duha, 25 tahun.

Tapi, karena kondisi gelap dan diduga tidak terlalu menguasai medan, Bripka Nurkholis justru dibunuh oleh tersangka tersebut.

"Kebetulan korban membawa senter dan saat berpapasan, pelaku langsung mengejar korban dan berhasil membunuhnya," kata AKBP Soemarno, yang dihubungi dari Makassar, Senin malam 6 Februari 2012.

Nurkholis tewas di lokasi dengan kondisi luka parah. Dia mengalami luka bacok di bagian leher, pelipis kiri, dahi, 3 jari tangan kiri nyaris putus, dan daun telinga kiri sebagian hilang terpotong.

Jenazah korban baru bisa dievakuasi pada Senin pagi. Sebab, anggota polisi lainnya tidak ke TKP pada malam itu juga, karena pertimbangan sudah tengah malam serta alasan keamanan. Evakuasi juga dilakukan terhadap ibu kandung pelaku, Hanasima, 50 tahun.

Sementara itu, pelaku, Soemarno melanjutkan, juga berhasil ditangkap setelah dilumpuhkan dengan peluru karet. Saat berusaha ditangkap, tersangka berusaha melawan dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku saat ini sudah ditahan di sel tahanan RS Bhayangkara Polda Sulteng, karena masih menjalani perawatan intensif karena ikut dikeroyok warga.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, polisi masih kesulitan dalam memproses tersangka. Sebab tersangka yang berasal dari Suku Lauje tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
maarhalim
18/02/2012
Nangkap pembunuh kok sendri? yang laen pada kemana? Di film aja polisi minimal selalu berdua dalam bertugas. Kecuali Rambo, itupun bukan polisi.
Balas   • Laporkan
harsa
07/02/2012
PAK KAPOLRI YANG TERHORMAT.... anda harus tegur akbp soemarno yang pengecut itu. Tolong anda periksa riwayat kariernya. Masa menunda investigasi dengan alasan keamanan?????? padahal yang korban polisi juga. Malu dong sama pembayar pajak...
Balas   • Laporkan
ronghod | 07/02/2012 | Laporkan
iya, coba klo korban msh hidup butuh prtolongn mlm itu juga..kyanya mah alasannya bukn keamanan tpi takut di bunuh ma c Usmin.mental polisi ko gitu,pake rok aja pak sekalian
harsa
07/02/2012
INI POLISI2 GAK BENER!!!!! TEMENNYA DIBUNUH MALAH NUNDA2 INVESTIGASI DENGAN ALASAN KEMALAMAN DAN GAK KENAL MEDAN..... WOOOYYYYYYY.... ANDA TUH POLISI!!!! MASA PAKE AlASAN TERLALU MALAM??????? AKBP SOEMARNO!!!!!
Balas   • Laporkan
silviyanti
07/02/2012
itu membuktikan .. tidak semua aparat polri buruk ... dgn gaji yg sama dgn pegawai pns yg lain mereka bertarung nyawa .... artinya dimanapun ada yg baik dan ada yg buruk jangan pukul rata ..
Balas   • Laporkan
wija
07/02/2012
gmn kalo pake hukum rimba aja??!! proporsional gak ya?
Balas   • Laporkan
dewa.borneo
07/02/2012
..kayaknya si pembunuh itu sejenis "Tarzan", terisolasi dari peradaban..lebih mirip hewan ketimbang manusia..bagaimana kira kira hukum menghadapinya ?
Balas   • Laporkan
predy
07/02/2012
ini resiko jd polisi....tak satupun membela polisi klo jd korban! HAM.....hnya buat yg anti aparat!
Balas   • Laporkan
koberkobere
07/02/2012
Apakah Bripka Nurkholis sendirian saja waktu mau menangkap pembunuh ibu kandungnya? ..... tolong beritanya yang lebih detil dong....
Balas   • Laporkan
abdeeas | 07/02/2012 | Laporkan
Kyknya sendiri boss.. coba baca lagi beritanya dengan seksama...
tanpabeban | 07/02/2012 | Laporkan
ini akibat tiap polisi nembak dituduh melanggar HAM mau benar atau tidak. trus kalo polisi yg mati ga ada simpati kan? coba pembunuh itu yg ditembak, pasti polisi itu melanggar HAM! dikit2 HAM! biar yg mati aktivis HAM aja biar PAHAM.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ