Nasional

Pidato Imlek, SBY Singgung Nasib Buruh

Indonesia patut bersyukur kondisi perekonomian terus membaik dan dunia usaha terus tumbuh.

Jum'at, 3 Februari 2012, 21:43 WIB
Arry Anggadha, Suryanta Bakti Susila
Presiden SBY (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, perayaan tahun baru Imlek kini bukan hanya milik Umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Menurutnya, tradisi itu telah menjadi pesta rakyat di seluruh pelosok tanah air.

Dia merujuk pada semarak atraksi barongsai, temaram beraneka lampion, dan beragam asesori budaya etnis Tionghoa, telah menghiasi perayaan Imlek di berbagai daerah.

"Ini menunjukkan bahwa bangsa kita, benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, meneguhkan semangat Bhineka Tunggal Ika, dan memberi ruang besar bagi masyarakat Tionghoa tanpa ada lagi sikap diskriminasi," kata SBY saat memberi sambutan pada perayaan tahun baru Imlek 2563 di Plenary Hall JCC, Jakarta, Jumat 3 Februari 2012.

"Kenyataan ini patut kita syukuri, selain merupakan pengakuan, penghargaan, dan penghormatan, kepada etnis Tionghoa dan umat Konghucu, sekaligus juga menjadi bagian terpadu dari mozaik keragaman etnis dan budaya bangsa kita yang majemuk."

Menurut dia, hal itu menunjukkan makin kokohnya kebersamaan sebagai bangsa yang multikultural. Menurutnya, kebersamaan antara etnis Tionghoa dengan berbagai etnis lainnya di seluruh tanah air, telah menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaaan yang ada. "Melalui perayaan tahun baru Imlek, persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa, harus makin kuat dan makin kokoh," ujarnya.

SBY mengungkapkan, momentum tahun baru Imlek merupakan momentum yang tepat untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan tranformasi diri, menuju kebijaksanaan, kepekaan sosial, dan kemulyaan. "Kita juga dapat membangun kebersamaan, menjalin kesetia-kawanan, dan menumbuhkan kepedulian di antara sesama warga bangsa," ujarnya.

Menurutnya, di tengah keragaman dan kemajemukan, kita harus mengedepankan sikap saling menghormati dan bertenggang rasa. "Mari kita tingkatkan kesetiakawanan dan rasa kebersamaan dengan sesama warga bangsa. Tingkatkan pula keluhuran budi, sikap solidaritas, dan lebih banyak berbuat kebajikan," ujarnya.

SBY mencontohkan, kepedulian yang bisa dilakukan bagi yang bergerak di dunia usaha, dari komunitas dan kalangan manapun, untuk memberikan penghargaan kepada para buruh dengan mengedepankan sisi keadilan.

Menurutnya, Indonesia patut bersyukur kondisi perekonomian terus membaik, dan dunia usaha juga terus tumbuh. Pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha, tentu harus diikuti pula oleh kesejahteraan para buruh.

"Saya berharap, kalangan dunia usaha dapat menyesuaikan upah buruh sesuai dengan kemampuan dan skala perusahaan saudara. Kita perlu mengedepankan rasa keadilan," ujarnya.

Menurut dia, alangkah tidak adilnya, jika perusahaan terus meningkat dengan keuntungan berlipat, tetapi para buruhnya tidak meningkat kesejahteraan dan penghasilannya.

"Kita tidak boleh hanya menunggu para buruh harus terus menerus menuntut keadilan. Kita harus arif dan sadar memikirkan taraf hidup mereka. Mari kita cari solusi terbaik, agar kehidupan para buruh lebih sejahtera, dan kalangan dunia usaha juga dapat terus tumbuh dan berkembang. Suatu keadaan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," ujarnya.

Yudhoyono juga mengimbau  para pekerja agar tidak perlu melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan masyarakat luas. "Salurkan aspirasi saudara-saudara secara tertib dan damai," ujarnya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
pras57
03/02/2012
pemerintah yg tidak becus mengendalikan harga kebutuhan hidup tetapi menyuruh pengusaha untuk memberi upah yg sesuai dgn kebutuhan hidup. bisa pd kabur semua pengusaha di negeri ini kalo pola pikir bapak msh seperti ini.
Balas   • Laporkan
hmfti-itb
03/02/2012
Setuju Pak SBY......... perusahaaan terus-menerus menumpuk untung,sedngkan pekerja kurng diperhatikan....
Balas   • Laporkan
sammi
03/02/2012
Begini SBY, nilai + pekerja PASTI dihargai. Sdh hukum alam itu. Kalo gaji seorang tukang las 30ribu, tdk sampai sebulan dia sdh dapat kerja di tempat lain. Pekerja yg + pasti menjadi aset perusahaan. Tdk mungkin perusahaan jln sendiri. Ngerti tdk?
Balas   • Laporkan
andariesta
03/02/2012
Kapan ya, pribumi dirayakan tahun barunya? :p
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ