Nasional

"Piramida" di Garut Belum Kesimpulan Akhir

Tim peneliti akan menyimpulkan jika pengeboran dan eskavasi selesai dilakukan.

Selasa, 31 Januari 2012, 12:58 WIB
Nezar Patria
Gunung Sadahurip Garut (Kredit Foto: Turangga Seta) (Turangga Seta)

VIVAnews-Kontroversi temuan bangunan mirip piramida di sejumlah tempat di nusantara akan dipaparkan dalam sarasehan bertajuk "Mengungkap Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional", di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, pada 7 Febuari 2012.

Sarasehan itu akan menghadirkan para ahli geologi dan bidang ilmu lainnya yang selama ini meneliti Gunung Padang dan Gunung Sadahurip di Jawa Barat, serta sejumlah tempat lainnya di nusantara.

Seperti diberitakan, untuk membuktikan dugaan para ahli itu, sejumlah riset telah dilakukan di Gunung Sadahurip dan Gunung Padang, antara lain melalui georadar, geolistrik, foto kontur dan foto IFSAR. Kini, tahap selanjutnya akan dilakukan pengeboran mendalami batuan di sejumlah tempat itu.

“Kemungkinan pada Maret nanti sebagai eskavasi awal, akan kami selidiki batuan di dalamnya,” kata salah satu anggota tim, Ir Iwan Sumule kepada VIVAnews.com, Senin, 30 Januari 2012. Sebelumnya, kata Iwan, pengeboran telah dilakukan, namun pada Maret nanti akan dilakukan ke lapisan yang lebih dalam.

Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan sarasehan itu bertujuan memaparkan hasil kerja Tim Riset Katastropik Purba selama ini. "Saresehan ini adalah bagian dari agenda Tim Katastropik Purba, yang telah bekerja keras selama ini", ujarnya kepada VIVAnews, Selasa 31 Januari 2011. 

Belum menyimpulkan

Andi Arief mengatakan tim peneliti, yang sebagian besar geolog senior dari ITB,  belum sampai pada kesimpulan di dalam Gunung Sadahurip dan Gunung Padang terdapat "piramida" yang lebih tua dari piramida Mesir. "Kesimpulan baru bisa diperoleh setelah semua langkah riset ilmiah dilakukan, termasuk pengeboran dan eskavasi," ujar Andi.

Sarasehan besok lusa itu, kata Andi, akan membahas semua hal berkaitan dugaan adanya bangunan "piramida". "Meskipun temuan awal cukup kuat mengarah ke soal adanya piramida, kita tetap mengacu pada fakta empirik. Jalannya hanya melalui pengeboran dan eskavasi," ujar Andi.   

Informasi itu sekaligus mengkoreksi pemberitaan sebelumnya bahwa tim telah sampai pada kesimpulan adanya bangunan menyerupai piramida di Gunung Sadahurip dan Gunung Padang. (Baca Kuak Misteri, "Piramida" Garut Akan Dibor).

Sebelumnya dikatakan dua geolog telah berkesimpulan di Gunung Padang dan Sadahurip ada piramida. "Dr Andang Bachtiar dan Dr Danny Hilman belum memberi kesimpulan bahwa di dalam Gunung Sadahurip ada bangunan 'piramida'," ujar Andi.

Yang benar, tim itu sedang meneliti banyak sekali fenomena kebencanaan purba termasuk di Gunung Padang dan Gunung Sadahurip. Tapi sejauh ini penelitian di Sadahurip masih terus berlanjut, dan masih belum menyimpulkan ada atau tidaknya "piramida" di sana.

Penelitian tentang kebencanaan purba di sejumlah lokasi itu bertujuan melengkapi data-point statistik daur ulang kebencanaan. Informasi itu sangat bermanfaat dalam upaya prediksi ilmiah kebencanaan, baik besaran, lokasi, dan juga waktu ulangnya.

"Selain itu bertujuan mempelajari persepsi, cara tindak, dan rekaman kebudayaan masa lalu terkait mitigasi bencana, yang seringkali dibahasakan sebagai kearifan lokal," ujar Andi.

Dikatakan, fokus utama sarasehan besok bukan pada Gunung Sadahurip saja, tetapi juga hasil sementara penelitian di daerah lain yang sudah jauh lebih maju status penelitiannya dibanding Sadahurip. Antara lain di Banda Aceh, setelah daerah itu disapu bencana dahsyat gempa dan tsunami pada 2005. Lalu juga situs di Trowulan, Batujaya, dan Gunung Padang.

"Tentu, di bagian akhir, sarasehan akan membahas kemajuan penelitian di Gunung Sadahurip sebagai pelengkap," ujar Andi menambahkan.

Selain sarasehan, hasil temuan Tim Katastropik juga akan dibahas dalam pertemuan kebudayaan internasional di Bali, 9 Februari mendatang, yang digarap oleh Universitas Indonesia.

Dikatakan, ilmuwan Oxford, Inggris, Prof Dr Stephen Oppenheimer, penulis buku laris "Eden in the East" juga tertarik dengan keberadaan "piramida" di Gunung Sadahurip dan Gunung Padang, dan akan hadir di pertemuan Bali itu.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
u.daday
03/03/2012
kalo emang terbukti berarti misteri hilangnya benua atlantis, bakal terpecahkan pak,,,,,,makanya Prof Dr Stephen Oppenheimer jauh2 dari ingrris pengen ikutan nimbrung,,soalnya dia pengen ngebuktiian eden paradise yg ia percaya letaknya di indonesia,,,
Balas   • Laporkan
iron maiden
26/02/2012
semua orang akan menjadi bodoh kalau percaya ada piramida di sadahurip garut ataupun di gunung padang cianjur, kalau ada piramida disana maka akan ditemukan sejak dulu oleh penjajah belanda, terbukti penemuan kembali borobudur yg tertimbun oleh belanda
Balas   • Laporkan
sturband
15/02/2012
bos bongkar aja gunungnya ngak usah pake seminar ato dialog2 kelamaan. taruhan sekalian kl didalamnya ada tank leopard 100 buah jadi kt ngak usah beli mahal2. kalo ngak percaya silahkan di bongkar ok
Balas   • Laporkan
21031990
31/01/2012
di daerah saya ada goa jaman belanda,tolong di teliti kemungkinan ada benda pra sejarah ato benda purbakala,,,,
Balas   • Laporkan
scan
31/01/2012
kita jadikan saja gunung itu sebagai piramida apa pun hasilnya
Balas   • Laporkan
lekdutmen
31/01/2012
Semoga ini nyata adanya< pabila benar dan kita doakan benar, maka ini akan sangat merubah peta peradaban dunia, yang selama ini tanah air kita memang menyimpan banyak misteri.
Balas   • Laporkan
buds001
31/01/2012
Pak, daripada mengadakan seminar ini dan itu, mendingan fokus penelitiannya, biar cepat rampung. Benar enggak itu bangunan Piramida? klo abanyak acara tektek bengek.....waktu dan biayanya Pak.....
Balas   • Laporkan
robienbonk | 31/01/2012 | Laporkan
mungkin mereka juga perlu faktor pendukung dan teori dalam melakukannya pak..tetapi, maju terus...kami menunggu
akhnaton
31/01/2012
pak iwan cs truskan penelitianmu! jika itu piramid akan mnjadi fenemuan fenomenal di akhir jaman dan akan mengguncang jagad sejarah indonesia dan dunia! acuan sejarahnya memang ada kalo itu usianya sesudah 1300 SM. tapi kalo 7000 SM sya agak skeptis!
Balas   • Laporkan
andhar
31/01/2012
lho kalau gak salah sudah ada berita diketemukan pintu masuk piramide... gimana sih?
Balas   • Laporkan
gie87
31/01/2012
tmpat w ntu mah...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ