Jero: Bupati Bima Cabut SK Tambang SMN
"Bupati Bima sudah cabut SK Nomor 188, banyak korban dulu baru mau (dicabut)."
Kamis, 26 Januari 2012, 19:55 WIB
Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
Kantor Bupati Bima dibakar massa (VIVAnews/Edy Gustan)
VIVAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, memastikan Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 188 tahun 2010 tentang Izin Usaha Pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) sudah dicabut.
"Bupati Bima sudah cabut SK Nomor 188, banyak korban dulu baru mau (dicabut)," kata Jero di Jakarta, Kamis 26 Januari 2012.
Jero menyesalkan kenapa harus ada tindakan anarkis berupa pembakaran kantor bupati oleh massa baru bupati Bima mau mencabut SK tersebut. Mestinya saat ada gelagat rakyat mulai memprotes adanya pertambangan di wilayahnya, masyarakat langsung diajak musyawarah.
Jero menjelaskan, sesuai dengan UU Minerba Nomor 4 tahun 2009, saat ini banyak sekali izin tambang yang dikeluarkan oleh kepala daerah. Namun, mereka tidak melakukan konsultasi dengan Kementerian ESDM. "Giliran ribut, yang salah menteri ESDM atau dirjen Minerba," katanya.
Mengingat banyaknya izin pertambangan bermasalah, ia mencari pasal yang bisa mencabut izin yang dikeluarkan kepala daerah. "Sudah ketemu, pasal rekomendasi menteri ESDM untuk mencabut izin. Karena di era demokrasi tidak bisa perintah langsung menteri untuk mencabut," katanya.
Banyaknya berbagai kasus pertambangan yang bersengketa ini membuat Jero Wacik mengimbau kepada para bupati dan gubernur untuk menggunakan sumber daya mineral untuk kesejahteraan rakyat. Masyarakat di sekitar wilayah tambang harus diajak berunding mengenai masa depan wilayahnya.
"Rakyat di situ harus jelas, tambang merupakan anugerah Tuhan di sana untuk kemakmuran rakyat," tuturnya. (art)
libatkan rakyat dalam pengambilan keputusan, tanpa terkecuali...
hendra.vernando
27/01/2012
DASAR BUPATI,,MATI KAW SANA,KNPA NGA DI BAKAR MASSA KAW,,, MASSA BIMA ITU MEMPERTAHANKAN WILAYAH AGAR TIDAK TERCEMAR BNGERTI KAW BUPATI
Kenapa bupati nya yg disalahin, kalau Presiden nya tegas nggak memble, hal ini nggak bakalan terjadi. inilah yg menyebabkan budaya kekerasan tumbuh subur di Indonesia. sekarang orang beranggapan kalau kekerasan dilakukan bersama2 akan kebal hukum. polisi
hgirs
|
27/01/2012
|
Laporkan
ya betul sekali presiden taunya instruksi-intruksi melulu tapi nggak tau gimana monitor itu instruksi dilapangan. jadi emang tidak becus en memble
Kalau perlu sekali-kali kepala bupatinya yang dijadikan tumbal. Mudah-mudah kejadian ini membuka mata para penjahat pemerintah tidak menjual negeri ini kepada uang yang maha kuasa.
hgirs
|
27/01/2012
|
Laporkan
jangan asal komentar, coba kalo ente yang jadi Bupati pasti akan tergoda juga ama yang namanya fulus dari hasil tambang
selamat buat rakyat bima walaupun 2 nyawa warga telah melayang, mereka tidak akan seperti rakyat papua (freeport), buat polisi tahan bupati bima karena telah lalai membuat sk yg mengakibatkan orang lain meninggal dunia...
ikal.rock
26/01/2012
knp hrus da korban dan tindakan anarkis bru di cabut,
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar