Nasional

SBY Minta Aksi Anarki di Bima Ditindak Tegas

Selain membakar kantor Bupati Bima, massa juga membakar dua sepeda motor milik wartawan.

Kamis, 26 Januari 2012, 18:33 WIB
Aries Setiawan, Suryanta Bakti Susila
Kantor Bupati Bima dibakar massa (VIVAnews/Edy Gustan)

VIVAnews - Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengetahui peristiwa pembakaran kantor Bupati di Bima hari ini.

"Ya sesungguhnya seperti yang terjadi hari ini di Bima, beberapa waktu yang lalu pernah dilaporkan terkait dengan kerusuhan di tempat yang sama," kata Julian di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 26 Januari 2012.

Presiden meminta seluruh instansi terkait agar segera melakukan antisipasi agar peristiwa hari ini tidak merembet menjadi destruktif dan anarkis. "Bapak Presiden telah menginstruksikan kepada Menkopolhukam untuk bersama-sama dengan Kapolri melakukan langkah antisipasi untuk menghindari tindakan-tindakan yang sifatnya destruktif. Apalagi anarkis," ujarnya.

Julian menuturkan, presiden juga minta pelaku pelanggar hukum ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. "Tentu karena kita tahu bahwa ada kejadian-kejadian yang masih terus berlangsung itu akan sepenuhnya diproses secara hukum. Sebagaimana hukum yang berlaku di sini," ujarnya.

Aksi massa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang berlangsung anarkis. Kantor Bupati Bima dibakar hingga rata dengan tanah. Semua fasilitas milik kantor Bupati hangus dilalap api.

Tak hanya itu, mereka juga mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Bima untuk meminta pembebasan rekan mereka yang ditangkap polisi terkait pendudukan Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011 lalu.

Karena takut terjadi pengrusakan terhadap fasilitas milik lembaga pemasyarakatan, akhirnya Kepala Lapas Bima Sukarman Husein melepaskan 43 tahanan.

Sukarman Husein mengatakan, pembebasan tahanan itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi aksi pengrusakan oleh warga. Meski begitu pihaknya tetap akan melakukan tindakan-tindakan lanjutan untuk menegakkan supremasi hukum.

"Ya, 43 tahanan itu dikeluarkan dari tahanan dan dibawa pulang oleh massa. Itu dilakukan atas berbagai pertimbangan terutama keamanan," kata Sukarman Husein kepada VIVAnews.com, Kamis 26 Januari 2012.

• VIVAnews
Rating
Komentar
f4154l
29/01/2012
Juga koruptor di partai bapak harus di bersihkan
Balas   • Laporkan
kocan
27/01/2012
untuk SBY tinggal menunggu waktu.
Balas   • Laporkan
bambang78
27/01/2012
Yang ditindak seharusnya penyebab terjadinya anrkis
Balas   • Laporkan
frogman
27/01/2012
uhhhhh.....siapa yg ngomong ya....
Balas   • Laporkan
hendra.vernando
27/01/2012
SAYA MENYESAL MEMILIH ANDA PAK SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, SAYA KELIRU MEMILIH ORNG MENJADI PEMIMPIN,SAYA SEDIH,,TERNYATA ANDA SAMA SEPERTI PEJABAT SEBELUMNY YG HANYA MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI,,"PEMERINTAH"
Balas   • Laporkan
boesoekoetai | 27/01/2012 | Laporkan
sama mas.....
hendra.vernando
27/01/2012
OPS ANDA SALAH PAK SBY,,JUSTRU BUPATI ITU YG HARUS DITANGKAP,INI ULAH BUPATI BIMA ITU,, ANDA JGN MEMENTINGKAN DIRI ANDA SENDIRI DONG PAK PRESIDEN,,,DENGAR LAH ASPIRASI RAKYAT.. WARGA BIMA HANYA MEMPERTAHAN KAN WILAYAH NYA AGAR TIDAK TERCEMAR
Balas   • Laporkan
boesoekoetai | 27/01/2012 | Laporkan
setuju.....................
shsusanto
26/01/2012
ya, kalau masyarakat gampang bicara tindak tegas saja, sementara koruptor tarik ulur terus, semoga tuhan menghinakan kalian
Balas   • Laporkan
bambang78 | 27/01/2012 | Laporkan
karena banyak para koruptor yang telah nyetor hasil korupsinya kepada penguasa saat ini makanya para koruptor jadi bebas bro
demamank | 26/01/2012 | Laporkan
Betul itu bro...Mudah-mudah kejadian ini membuka mata para penjahat pemerintah tidak menjual negeri ini kepada keuangan yang maha kuasa.
veewee
26/01/2012
Anarkisme bisa jadi merupakan suatu bentuk dari ketidaknyamanan masyarakat terhadap kinerja pemerintah itu sendiri =)
Balas   • Laporkan
demamank | 26/01/2012 | Laporkan
Setuju bro...
delta88 | 26/01/2012 | Laporkan
Benar..makanya saya sarankan ada yang dicopot..salah pemdanya menurutku..karena kita kan otonomi daerah,namun keamanan dan pertahanan pempusat..
delta88 | 26/01/2012 | Laporkan
Benar..makanya saya sarankan ada yang dicopot..salah pemdanya menurutku..karena kita kan otonomi daerah,namun keamanan dan pertahanan pempusat..
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ