Nasional

Motor Wartawan Dibakar Demonstran di Bima

Selain kantor Bupati Bima, massa juga membakar dua sepeda motor milik wartawan.

Kamis, 26 Januari 2012, 18:04 WIB
Aries Setiawan, Edi Gustan - Mataram
Kantor Bupati Bima dibakar massa. (VIVAnews/Edy Gustan)

VIVAnews - Tidak hanya Kantor utama Bupati Bima, dua unit sepeda motor milik wartawan lokal atas nama Hasanuddin dan Rizal juga dibakar massa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang.

Sejumlah wartawan baik media cetak dan elektronik juga sempat dikejar-kejar masa yang bringas. Bahkan menurut salah seorang wartawan media televisi yang enggan menyebutkan namanya, sejumlah wartawan juga mendapat intimidasi untuk tidak mengambil gambar.

"Kami juga mendapat intimidasi dari sejumlah orang untuk tidak mengambil gambar," ujarnya, Kamis 26 Januari 2012.

Sementara itu, hingga saat ini kondisi di Jalan Soekarno Hatta Bima berangsur kondusif. Sejumlah aparat kepolisian tampak berupaya mendekati lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lokasi kompleks perkantoran milik Pemda Kabupaten Bima saat ini menjadi tontonan warga. Bahkan mereka juga mengabadikan Kantor Bupati Bima yang hangus terbakar itu.

Kabid Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Sukarman Husein, yang dihubungi mengatakan, polisi masih melakukan pengamanan pasca aksi anarkisme masa tersebut.

Menurut dia, polisi terus mengumpulkan data dan informasi untuk kepentingan penegakan hukum. "Kami masih mengumpulkan informasi di TKP, termasuk mengenai adanya sepeda motor wartawan yang terbakar," kata Sukarman Husein.

Ribuan masa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT), Bima melakukan longmarch, dari lapangan pahwalan Raba, Bima. Dengan mengendarai berbagai jenis kendaraan terutama roda dua, massa mendatangi kantor Bupati Bima di Jalan Soekarno Hatta. Kantor Bupati Bima berjarak 10 meter dari Kantor Walikota Bima.

Masa pun melakukan aksi anarkisme dengan meruntuhkan pagar kantor Bupati. Bahkan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi tidak dapat berbuat banyak, apalagi menghalangi aksi brutal pengunjuk rasa. Apalagi, massa mulai menghujani kantor kebanggaan rakyat Bima itu dengan batu. Bahkan mereka merangsek masuk kedalam gedung Kantor Bupati Bima dan melakukan pembakaran.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ikal.rock
26/01/2012
rakyat yg memilih rakyat jg yg tersakiti..
Balas   • Laporkan
masih zaman kah itu perang dan rusuh2an???? kayak ndk punya sekolah saja,... makin tinggi sekolahnya makin bodoh semua, ndk termasuk aku yah.. wkwkwkwk
Balas   • Laporkan
sheilafister
26/01/2012
Peluru karet dan gas air mata aja.. cari provokator nya..
Balas   • Laporkan
Itukah rakyat yg harus ditolong??? Bringas nan Ganas.... Ayo pak Polisi Hajar saja, lakukan pemaksaan atas nama negara..... selamatkan negara qt dr tangan2 yg tak berpendidikan...
Balas   • Laporkan
predy
26/01/2012
kau lihat sendiri aksi massa kesetanan tnpa penjagaan aparat! itulh yg terjadi kalo tidak ada tindakan tegas dari aparat! tembak aja mereka yg bikin rusuh....dimanapun di NKRI tercinta ini
Balas   • Laporkan
hendra.r.sijabat | 26/01/2012 | Laporkan
apakah membakar mootor dan mengintimidasi jurnalis yg tengah melaksanakan tugas bukan merupakan pelanggaran HAM ?
phianz | 26/01/2012 | Laporkan
demonstran yg rusuh pun udh nglanggar HAM, tapi napa kalo ditindak olh aparat malah nuduh aparat yg langgar HAM. dasar indon
delta88 | 26/01/2012 | Laporkan
jangan nanti ada yang nuntut HAM...kalau menurutku kesalahan pemda...ayo mendagri copot tuh wakil pempusnya
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ