Nasional
Suap Cek Pelawat

Miranda Tersangka, Kado Buat PDI-P

"Kami cukup puas karena selama 1,5 tahun ini kami teriakkan siapa pemberinya?"

Kamis, 26 Januari 2012, 16:16 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Nila Chrisna Yulika
Politisi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan  

VIVAnews - Politisi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menyatakan penetapan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom sebagai tersangka dalam kasus cek pelawat merupakan kado bagi partainya. Sebab, PDI Perjuangan sudah menunggu hal ini sejak lama.

"Kami cukup puas karena selama 1,5 tahun ini kami teriakkan siapa pemberinya? Memang setan gundul apa yang ngasih traveller cheque itu," kata Trimedya ketika ditemui di kantornya, Kamis, 26 Januari 2012.

Agustus 2010, imbuhnya, beberapa politisi ditetapkan sebagai tersangka penerima cek yang mengalir dalam pemilihan DGS BI tahun 2004. Di antara mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, 14 orang berasal dari PDI Perjuangan. "Sampai dua meninggal di tahanan, 28 Januari mereka ditahan. Ini seperti kado. Ini penantian kita," kata Trimedya.

Dengan penetapan Miranda sebagai tersangka ini, PDI Perjuangan berharap Miranda mengungkap 'dongeng' lain, yakni kasus bailout ke Bank Century senilai Rp6,7 triliun. Menurut Trimedya, Miranda tahu banyak soal kasus Century karena saat kasus ini terjadi, yang bersangkutan menjabar sebagai DGS BI.

"Mudah-mudahan penetapan ini ada gunanya karena konon katanya, Miranda tahu juga soal Century," kata dia.

Dalam kasus aliran 480 lembar cek pelawat ini, KPK memang menyisir penerima suap lebih dulu. Sejumlah anggota DPR periode 1999-2004 harus meringkuk di balik bui karena terbukti menerima suap.

KPK mulai menyasar pemberi cek setelah menetapkan Nunun Nurbaetie Daradjatun sebagai tersangka dan menahannya. Kini, KPK bergerak lebih maju dengan menetapkan Miranda sebagai tersangka.

Dalam jumpa pers di kediamannya, Miranda mengaku terkejut sekaligus lega dengan penetapan tersangka ini. Dia ingin kasus ini diungkap agar jelas dan benderang.

(eh)

 

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
viollet
26/01/2012
pejabat memang kebanyakan maling dan tukang sogok.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ