VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah telah menerima dana kampanye seperti yang disebutkan oleh mantan Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group, Yulianis, dalam persidangan Rabu kemarin 25 Januari 2012.
Anas menegaskan bahwa tuduhan dirinya menerima telah menerima dana Rp100 juta tidaklah benar. "Apa itu? Daun pisang kali ya," kata Anas saat ditemui di Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis 26 Januari 2012.
Dalam persidangan, Yulianis menyebut adanya aliran dana ke kongres partai Demokrat di Bandung pertengahan tahun lalu. Dana berasal dari perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, Permai Group.
Saat itu, terpidana kasus Wisma Atlet, Mindo Rosa Manulang berperan sebagai pengusaha. Mindo, kata Yulianis, bertindak sebagai bawahan Nazaruddin menyumbang sejumlah dana kepada Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.
Menurut catatan Yulianis, saat itu Rosa mengajukan anggaran sejumlah Rp100 juta untuk Anas dan Rp150 juta untuk Andi. Tapi tudingan itu dibantah keras oleh Anas. "Saya kira tidak ada itu. Itu tidak benar," tegas Anas.
Dalam pekan ini, kediaman Presiden SBY di Cikeas berlangsung dua kali pertemuan petinggi Demokrat. Pertemuan pertama melibatkan Anas Urbaningrum. Malam berikutnya hanya dihadiri Dewan Kehormatan dan Dewan Pembina. Pertemuan membahas tentang isu terkini Demokrat. (adi)
anas kamu jebolan pesantren tau hukum islam kejujuran itu pahit tapi kalau kamu mau di penjara sendiri itu nama nya bunuh diri sebodoh bodoh nya orang kagak ada yang mau masuk penjara ngaku aaja pasti ada tokoh di balik semua ini
numpang tanya nih? kalau sblm Si Anas naik jadi ketum partai demokrat, Nazarudin sdh jadi bendahara umum gak ya? Kl Nazar diangkat jd bendaharanya oleh Si Anas, tentu ada jasa Nazarudin duit permai group pada kemenangan Si Anas di Kongres Demokrat.
ayo abraham samad ewako tangkap anas karena kunci kebusukan demokrat menang pemilu 2004 ada ditangan anas karena anas sbg anggota kpu tdk dihukum saat teman2nya masuk bui
anas bantah terima Rp 100 juta dari PT Permai, memang demikian, bantahan lengkapnya sbb:" idiiiiih, cere amat sih tuduhan itu, memang gw level apaan!!(sambil melotot), gw gak trima kalo cuma 100 juta, yg bener gw trima 100 milyar!!"
Belajar dari pengalaman: bubarkan partai karena menjadi akar semua korupsi. 1.partai perlu dana 2.dana dari anggota 3.anggota dari proyek 4.proyek di manipulasi dan korupsi