Nasional

Isu Ateis, MUI Tak Fatwakan Haram Facebook

MUI hanya meminta hati-hati terhadap informasi yang beredar di Facebook.

Sabtu, 21 Januari 2012, 08:58 WIB
Bayu Galih, Eri Naldi - Padang
Logo Facebook (collegebeing.com)

VIVAnews - Ancaman penjara enam tahun menanti Alexander, Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, karena menyampaikan keyakinan tak bertuhan di jejaring sosial Facebook. Sebuah posting di dunia maya ini membuat polisi mengancam Alexander dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan dua pasal pidana, yaitu pemalsuan surat serta penodaan agama.

Keyakinan ateis Alexander membuat resah ulama di Minang. "Jangan terlalu percaya dengan informasi yang ada di Facebook. Apalagi bila sumbernya tidak jelas," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia cabang Sumbar, Syamsul Bahri Khatib, kepada VIVAnews, 20 Januari 2012.

Ia menyayangkan kemajuan teknologi informasi yang memberikan dampak negatif bagi umat. "Ganti agama bisa dalam transaksi elektronik dan kondisi ini sudah mengkhawatirkan," tambahnya.

Meskipun perlu mengkaji lahirnya fatwa tentang dunia maya, Buya Syamsul tidak ingin buru-buru mengharamkan Facebook. Dia hanya mengimbau agar masyarakat, terutama generasi muda, untuk berhati-hati dengan informasi dunia maya.

Menurutnya, masalah ateis yang diyakini Alexander bukan perkara kecil. Kondisi ini bisa menimbulkan polemik dan meresahkan masyarakat. Ia menyayangkan sikap Alexander yang mengumbar keyakinan ateisnya dengan melibatkan suku tertentu.

"Fatwa kami tentang ini agar masyarakat waspada dan berhati-hati dengan informasi dunia maya (Facebook), apalagi bila tidak jelas sumbernya, jangan mudah mempercayainya," tuturnya.

Alexander diamankan polisi dari amuk massa. Menurut Kapolres Dharmasraya AKBP Khairul Azis, Alexander diancam pasal berlapis. Statusnya kini pun sudah resmi menjadi tersangka dan dilakukan penahanan.

Menurut Kapolres, Alexander diancam dengan Pasal 27 ayat 3 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE; Pasal 263 KUHPidana tentang Pemalsuan Surat; Pasal 156 A tentang Penodaan agama; dengan ancaman masing-masing pasal selama 6 tahun penjara.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kapolsek
30/01/2012
Menunggu arahan petinggi sambil menunggu petunjuk dari atasan apakah dapat dijadikan kasus baru,,,, :D
Balas   • Laporkan
mahadewa
22/01/2012
MUI tidak perlu ikut campur tentang FACEBOOK...!
Balas   • Laporkan
ricuh
22/01/2012
Facebook kalo sampai di fatwa haram, bakal gawat. seluruh penganut agama terutama islam bisa menghujat yg kuarin fatwa. ya iya lah penggunan facebook kedua terbesar setelah amerika. itu MUI jg takut kali di gusur ama penduduk indonesia
Balas   • Laporkan
dhe2n74
21/01/2012
Dari bbrp kasus dan seiring byk nya kejadian yg aneh2 di indonesia, saya berpendapat bahwa Bangsa Indonesia sudah hilang JATI DIRI nya sbg Bangsa BESAR yg Bhineka Tunggal Eka, Ada yg bisa beri masukan???...
Balas   • Laporkan
swaz234
21/01/2012
urusan atheis bukan urusan facebooklah, kebetulan aja postingnya difacebook. dari judulnya, MUI gak usah ngurusin facebook. kalau mau buat fatwa buat aja untuk anggota DPR itu, yg sudah menyakitkan rakyat banyak.
Balas   • Laporkan
bluemoon | 22/01/2012 | Laporkan
hahahah udah kaya tuhan aje tuh MUI haramin sini haramin sana ini lebih parah dari ateis malah...aselole lah buat MUI DEWA 13 hahahahah kalopun di haramin pake aja FBnya toh yang haramin MUI... hahahah
mahadewa
21/01/2012
ATHEIS TIDAK MENGGANGGU..ATHEIS TIDAK MENUTUP RUMAH IBADAH..ATHEIS TIDAK MEMBUNUH DAN MEMBUAT TEROR
Balas   • Laporkan
zissy | 27/01/2012 | Laporkan
yang membunuh dan membuat teror itu kan orang2 atheis juga yang menyamar sebagai orang ....!!!
ricuh | 22/01/2012 | Laporkan
SETUJU!! ATHEIS GA MELAKUKAN BOM BUNU DIRI YG MENGHILANGKAN RIBUAN NYAWA DI BALI
elagusti
21/01/2012
hajar habissss
Balas   • Laporkan
alterakunsinyo
21/01/2012
silahkan kalo ga percaya sama tuhan... tapi jangan menghina org2 yg percaya sama tuhan dong..
Balas   • Laporkan
elrimaru
21/01/2012
itu blum apa2. coba anda kunjungi blog blogernas[dot]blogspot[dot]com bahkan sampe2 dia membuat agama sendiri
Balas   • Laporkan
Ideologi yang bertentangan sebaiknya disimpan aja. Apalagi soal paham atheis. Kenapa mesti di gembar-gemborkan. Kalo ngak percaya adanya Tuhan ya silahkan, ngak ada pemaksaan juga. Hormatilah yang masih berTuhan, ingat "mulutmu harimaumu"
Balas   • Laporkan
alterakunsinyo | 21/01/2012 | Laporkan
Kalo ngak percaya adanya Tuhan ya silahkan, ngak ada pemaksaan juga. Hormatilah yang masih berTuhan, ingat "mulutmu harimaumu" "SETUJU!!!"
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ