Nasional

SBY: Hati-hati Politik Uang, Itu Racun

Masih ada KKN di sektor pajak, penggunaan APBN, juga yang melibatkan Dewan.

Kamis, 19 Januari 2012, 19:06 WIB
Elin Yunita Kristanti, Dwifantya Aquina
Presiden SBY (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, penyimpangan dan korupsi masih terus terjadi baik di pemerintahan maupun di daerah. Termasuk korupsi dan kolusi pada sektor perpajakan dan penggunaan APBN, serta yang melibatkan anggota DPR dan unsur-unsur pemerintah.
 
"Fenomena politik uang nampak berkembang, kalau dibiarkan akan mencederai dan merusak demokrasi yang bermartabat, hati-hati, ini racun," kata Presiden SBY saat memberi pengarahan dalam acara Rapat Kerja Pemerintahan Tahun 2012 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis 19 Januari 2012.

Kekerasan horizontal dan aksi-aksi anarkhis, kata SBY, akhir-akhir ini kembali terjadi dan setiap saat bisa terjadi.

SBY mengatakan sejumlah pemimpin pemerintah daerah masih tidak sigap. Termasuk dalam menghadapi konflik politik di daerahnya.

"Muncul politik lokal di Aceh dan aksi-aksi politik dan masalah keamanan. Tren konflik pertanahan, dan benturan dengan tetangga yang setiap saat bisa terjadi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, SBY juga menyoroti masalah perlindungan dan bantuan kepada Tenaga Kerja Indonesia. Dia menilai masalah tersebut masih memiliki kekurangan dan kelemahan mulai dari daerah, pusat dan juga di luar negeri.

"Sekarang boleh dikatakan masih bad news, boleh dikatakan masih permasalahan dan tantangan atau paling tidak challenge bagi kita yang perlu kita jawab bersama-sama di tahun ini dan bisa jadi di tahun berikutnya lagi," ungkapnya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sammi
03/02/2012
Coba rasa-rasa di perut, apa terasa ada perasaan tdk enak spt racun? Politik sebar duit di kongres di Bandung, jelas-jelas pake duit sampai 3 mobil. Gimana sih elo?
Balas   • Laporkan
atn1480
19/01/2012
lebayyyyyyyyyyyyyyy
Balas   • Laporkan
SBY selalu bijak, tapi anak buahnya tidak
Balas   • Laporkan
banguntapa | 19/01/2012 | Laporkan
Kata2 Bijak nggak penting lagi.... Tindakan Bijak (Teladan) itu yg sekarang ditunggu oleh rakyat
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ