VIVAnews - Markas Besar Polri akan menelusuri dugaan rekayasa pembuatan video kasus Mesuji yang ditayangkan Mayjen Purnawirawan Saurip Kadi saat di menemui Komisi III Bidang Hukum DPR. Polri akan menggandeng ahli TI (Teknologi Informasi) untuk mengungkap dugaan rekayasa video pembantaian Mesuji.
"Kami olah, nanti kami kerjasama dengan IT apakah ini ada rekayasa pembuatannya atau dipotong-potong dan digabung dengan video lain," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa 17 Januari 2012.
Menurut Sutarman, polisi tidak ingin mengeluarkan pernyataan resmi berdasarkan tayangan video yang ditampilkan di gedung Dewan. Polisi akan mengungkap dulu fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan, baru kemudian menyampaikan hasilnya ke publik.
"Semua yang mengetahui hal itu akan dimintai keterangan," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini. Apakah akan memeriksa Saurip Kadi? "Belum, kami telusuri dulu datanya, faktanya, videonya dulu. Jadi itu nanti dulu. Kami profesional."
Video baru yang diungkap Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Denny Indrayana yakni, terkait dengan video proses penertiban di Register 45, Lampung, yang menyebabkan tewasnya seorang warga bernama Made Aste.
Menurut Sutarman, dalam video itu terlihat Made Aste memegang golok. "Itu fakta yang ditemukan. Videonya seperti apa? Itu yang akan kami telusuri," ujar dia.
Temuan Tim Gabungan pimpinan Denny Indrayana yakni, jumlah korban jiwa yang meninggal akibat bentrok di tiga lokasi ini untuk periode 2010-2011 adalah 9 orang. Berikut datanya:
- Di Register 45, Lampung: 1 orang tewas atas nama Made Aste.
- Di Desa Sri Tanjung, Lampung: 1 orang tewas atas nama Jaelani.
- Di Sodong, Sumatera Selatan: 7 orang tewas (2 dari masyarakat, 5 dari pengamanan PT SWA), yakni Saktu Macan, Indra Syafei, Hardi, Hambali, Sabar, Saimun, Agus Manto alias Hermanto. (ren)