Nasional

Trik Penggusuran Damai Ala Satpol PP Solo

Tak ada adu mulut dan adu jotos dalam penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Solo.

Jum'at, 13 Januari 2012, 18:29 WIB
Eko Huda S
Kirab penertiban PKL Solo (Fajar Sodiq| Solo)

VIVAnews - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan cara unik. Tak ada acara adu mulut, apalagi saling jotos dan kejar-kejaran antara petugas dan pedagang sebagaimana yang selama ini terjadi di berbagai tempat. Semua berjalan damai.

Lantas, bagaimana cara Satpol PP Solo melakukan penggusuran itu dengan cara damai? "Intinya, penertiban petugas Satpol PP itu nguwongke (memanusiakan manusia), jadi tidak ada kekerasan," kata Kepala Satpol PP Solo, Tri Puguh Priyadi saat berbincang dengan VIVAnews.com, Jumat 13 Januari 2012.

Pendekatan kepada para pedagang adalah kunci sukses yang sangat berperan. Menurut Puguh, Satpol PP dan pemerintah Solo selalu mencari tahu permasalahan para pedagang itu. Langkah persuasi selalu dikedepankan. "Pertama kita beri tahu mereka. Kita persuasi, kalau belum ada titik temu, kita ulur lagi," ujar Puguh. "Negosiasi lagi dengan cara yang menentramkan para pedagang hingga ketemu solusinya."

Puguh juga mengatakan, pasukannya telah menyingkirkan jauh-jauh pentungan dan tameng yang selama ini identik dengan Satpol PP dan kekerasan. Tujuannya satu, menghindarkan mereka dari tindakan represif. Pentungan dan tameng mereka telah 'digudangkan' oleh Sang Walikota, Joko Widodo. "Kita sengaja menghindari alat-alat yang merujuk ke arah represif," katanya.

Seperti halnya penertiban PKL di Jalan Veteran siang tadi. Para Satpol PP membaur dengan para pedagang. Mereka membantu para pedagang memindahkan barang-barangnya ke lokasi baru yang telah disediakan pemerintah Solo, Pasar Notoharjo dan Pasal Gading.

"Kita dari pihak Satpol PP menawarkan kendaraan kepada pedagang untuk mengangkut barangnya. Untuk mengangkut barang tadi siang itu, kita kerahkan 4 truk, sampai bolak-balik 6 kali," ujar Puguh.

Tak hanya ramah, petugas juga memperlakukan para pedagang dengan istimewa. Para PKL dikirab, diangkut dengan empat kendaraan bak terbuka milik Satpol PP. Selain itu, mereka diperlakukan layaknya pejabat, dikawal dengan mobil patroli lalu lintas dan kendaraan roda dua milik DLLAJ yang lengkap dengan sirine.

Laporan: Fajar Sodiq l Solo, umi



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
anarkhi_diri
17/01/2012
sifat dasar manusia tetep sama.. semua pengen di hargai, dimana aja budaya apa aja.. klo pendekatan kek gt di berlakuin di seluruh daerah di Indonesia pasti gak ada anarkhis. Emang ada daerah yg mau di sebut suka kekerasan?? klo ada kasih tau ane
Balas   • Laporkan
prucul | 13/02/2012 | Laporkan
angkat topi buat komandan satpolnya Pak Tri Puguh.
tantokw
14/01/2012
memanusiakan manusia...kata yg indah...tp sayang kebanyakan pejabat kita, anggota DPR, polisi adalah binatang....
Balas   • Laporkan
prucul | 13/02/2012 | Laporkan
betul saling seruduk dan sikut menyikut kaya monyet berebut sembako
di Solo berhasil, tapi belum tentu didaerah/kota lain. Perangai PKL nya kan beda2, ada yg menurut tapi ada juga yg keras terbawa sifat daerahnya. Sudah pegang dagangannya saja kalau gak jadi beli, PKL itu ngumpat-ngumpat beda dengan PSK !
Balas   • Laporkan
cacan | 14/01/2012 | Laporkan
mereka keras karena banyak jatah preman yang di byayar alias pungli....merasa ada beking ya akhirnya keras kepala...
tiku
13/01/2012
"nguwongke-uwong" atau "memanusiakan-manusia", kayaknya model pendekatan ala kota solo seperti ini tidak berlaku dalam birokrasi pemerintahan di indonesia..... bravo kota solo !
Balas   • Laporkan
adhityadigitalvision
13/01/2012
Memanusiakan manusia... itulah yang selama ini telah luntur dan hilang dari pikiran para pejabat2 kita.
Balas   • Laporkan
prucul | 13/02/2012 | Laporkan
oknum pejabat kita itu, perhatikan kalau makan. dimulut masih menyumpal makanan belum tertelan masih nyrobot kepunyaanya teman.
damai itu indah... ^_^
Balas   • Laporkan
todzlah
13/01/2012
salut...
Balas   • Laporkan
salut bwat pak jokowi semoga bisa d tiru daerah lain
Balas   • Laporkan
atn1480
13/01/2012
ibarat kita mau musyawarah, kalau kita berangkat bawa golok.... tentunya kubu yg lain akan bawa golok juga... kalau kita (Pol PP) berangkat dgn tangan kosong tentu nya kubu yg lain pun akan seperti itu.
Balas   • Laporkan
ardiansyah1980
13/01/2012
salut....
Balas   • Laporkan
demamank | 13/01/2012 | Laporkan
salut juga bro, itu baru manusia namanya
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ