Nasional

Ditarget, 250.000 Mobil Pakai BBM Nonsubsidi

Angka ini lebih kecil dari target 1,2 juta yang dipatok Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Sabtu, 7 Januari 2012, 13:56 WIB
Arfi Bambani Amri, Harwanto Bimo Pratomo
SPBU Pertamina (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) akan berhasil diterapkan. Kementerian menargetkan sebanyak 250 ribu kendaraan beralih ke BBM nonsubsidi pada tahun 2012 ini.

Seperti diketahui, mulai April mendatang pemerintah berencana mulai menerapkan program pembatasan BBM untuk wilayah Jawa dan Bali terlebih dahulu. Menurut Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo, pada Sabtu 7 Januari 2012, sosialisasi program akan dimulai pada minggu depan. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik.

"Sosialisasi melalui media sangat powerful," ujarnya saat ditemui di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 7 Januari 2012.

Masyarakat, lanjutnya, diminta untuk mendukung program pembatasan ini. Sebab, hasil minyak bumi Indonesia menjadi tidak produktif karena program subsidi ini.

"Uang Rp200 triliun tidak sampai ke masyarakat, cuma habis untuk subsidi. Padahal penghasilan minyak kita Rp300 triliun," tuturnya.

Program pembatasan ini, tambah Widjajono, turut memberi dampak positif bagi pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam hal ini kalangan swasta. "Kalau jual Pertamax kan lebih untung. Swasta jangan takut lah. Dia kalau dikasih untung pasti mau," katanya.

Target itu lebih kecil dari yang dipatok Kementerian Koordinator Perekonomian, yang menargetkan untuk tahap pertama pemberlakuan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi sebanyak 1,29 juta kendaraan. Target ini berlaku untuk kendaraan di Jawa dan Bali.

”Jadi tahap pertama sasarannya 1,29 juta kendaraan di Pulau Jawa dan Bali, jadi tidak tiba-tiba,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di kantor Presiden beberapa waktu lalu.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
must_julius
08/01/2012
Kalau sampai ada plat merah yg pakai Premium... hemph. Awas lu ya...
Balas   • Laporkan
almadani
08/01/2012
gah usah pusing ngatur siapa pemakai premium, Stop saja supply premium, pasti semua orang beralih ke Pertamax, sekarang sepeda motor aja gak mau pakai premium maunya pertmax lebih irit dan pembakaran bersih. Jadi sebetulnya subsidi premium buata siapa
Balas   • Laporkan
kun19
07/01/2012
Peraturan yang sangat-Sangat-SangaT membuat celah korupsi, Juga amburadur, susah pengawasannya... Menteri model gini mau dibawa kemana bangsa ini!...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ