Nasional

Djoko: Penembakan Aceh Soal Kesenjangan

Rentetan penembakan itu dinyatakan tidak terkait dengan pemilihan gubernur bulan depan.

Kamis, 5 Januari 2012, 13:36 WIB
Eko Huda S, Nur Eka Sukmawati
Ilustrasi penembakan. ( ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews - Menko Polhukam, Djoko Suyanto mengatakan aksi penembakan brutal di Aceh tidak terkait dengan pemilihan gubernur yang akan digelar Februari tahun ini.

"Dari hasil rapat kemarin, meskipun ada penembakan, Kapolri dan Muspida ketemu saya dan tidak terkait dengan pilkada," kata Djoko Suyanto di Graha Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis 5 Januari 2012.

Menurut dia, aksi penembakan itu lebih terkait dengan masalah kecemburuan sosial antara penduduk lokal dengan para pendatang. Penduduk lokal merasa tidak diberdayakan dalam pekerjaan-pekerjaan dan program membangun daerah.

"Dari laporan gubernur dan kapolda ada kecemburuan di situ. Pasti akan dicari akar permasalahannya," kata dia.

Menurut Djoko, dari rentetan kasus itu telah ditangkap dua tersangka. "Dan akan dikembangkan karena pelakunya cukup banyak," kata dia.

Tak ganggu pilkada

Djoko menambahkan, rentetan penembakan itu tidak mengganggu persiapan pilkada yang akan digelar pada 16 Februari mendatang. "Sampai dengan kemarin, karena yang hadir kemarin juga mereprentasikan legislatiff dan ekskutif, ada KIP, Panwasda, Bawaslu, bahkan KPU juga diundang. Jadi sementara masih tetap tanggal 16 Februari," katanya.

Menurut dia, tahapan pilkada juga sudah disusun. Begitu juga calon-calon gubernur juga telah mempersiapkan diri. "Tahapan 1,5 bulan ini tinggal kita laksanakan sebaik-baiknya," kata Djoko.

Dia mengimbau kepada masyarakat Aceh agar bisa menjaga keamanan wilayahnya untuk berdemokrasi. "Imbauan saya, bagaimana masyrakat Aceh mengelola, memanfaatkan wahana demokrasi, untuk menyampaikan aspirasi pikirannya dan memilih pemimpin yang tepat di daerah masing-masing," kata dia.

Baru-baru ini, rentetan penembakan yang membawa korban jiwa terjadi di Aceh. Pada tanggal 4 Desember 2011, terjadi penembakan di PT. Setia Agung, Aceh Utara, yang menewaskan 3 orang dan melukai 5 orang lainnya. Sebelumnya, terjadi pula penembakan di perusahaan survei minyak dan gas PT Zaratex NV di Sawang, juga Aceh Utara.

Sabtu, 31 Desember 2011, sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi lagi penembakan di Mess Telkom di Bireun, Aceh. Pelaku menembaki pekerja galian kabel di Mess Telkom yang saat itu hendak beranjak tidur. Tiga pekerja tewas, dan tujuh lainnya terluka. Seluruhnya adalah pekerja pendatang asal Jawa Timur.

Selang sehari, Minggu, 1 Januari 2012, sekitar pukul 21.30 WIB, seorang warga di Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, juga tewas ditembak kelompok tak dikenal. Ia ditembak di bagian kepala ketika sedang berada di warung kopi. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kesenjangan sosial masyarakat menengah kebawah kok bisa dapat senjata? itu dari mana?? senjata api itu nggak murah loh harganya.
Balas   • Laporkan
hari.prasetyo
05/01/2012
klo kesenjangn knp yg di tembak petani, kuli bangunan, tukang gali kabel.. knp dri jawa semua.. trus membabi buta.. jelas2 rasis..
Balas   • Laporkan
rispoli | 11/01/2012 | Laporkan
ini hanya perbuatan segelintir orang/oknum,jangan digeneralisasikan..takutnya bisa memicu konflik yg lebih luas..
dimansc
05/01/2012
pak mentri..itu omong kosong .. org aceh engak mau iri ama kerjaan kasar, 26 thn udh ckp bg sy mempelajari karakter orang aceh. penembakan akan menyebar pak. 2 hr ini akan diwilayah timur d barat lg.. engak percaya tengok saja nanti.. mdh itu ditebak
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ