VIVAnews - Sebanyak 465 pengungsi letusan dan banjir lahar dingin Gunung Gamalama adalah kelompok rentan. Oleh karena itu, prioritas penanganan, baik penyelamatan, evakuasi, pelayanan kesehatan, dan psikososial akan difokuskan kepada mereka selama masa tanggap darurat.
"Kelompok rentan ini terdiri atas bayi, balita, anak-anak, wanita hamil atau menyusui, penyandang cacat dan orang lanjut usia," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews.com, Minggu, 1 Januari 2012.
Saat ini, menurut Sutopo, ada 3.490 pengungsi yang masih tersebar di 10 lokasi. Sepuluh lokasi tersebut yakni, bekas kantor gubernur, mess Mersetipier, Balai Perikanan, musala Al-Khaeriyah, aula Tipan, aula SMK 2, kantor lurah Takoma, rumah warga Haj Jadid, Kedaton Ternate, dan kantor Kadin.
BNPB telah menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp1,1 miliar dan logistik serta peralatan senilai Rp357 juta kepada BPBD Maluku Utara dalam penanganan darurat.
"Untuk menangani bencana, Tim Reaksi Cepat BNPB terus memberikan pendampingan. Telah disalurkan berbagai bantuan ke pengungsi," jelasnya. (art)