Nasional

Jerman Siap Bantu Kuak Misteri Piramida Garut

Ilmuwan asing ingin membuktikan hipotesa, nusantara pernah jadi pusat beradaban dunia.

Jum'at, 30 Desember 2011, 07:06 WIB
Elin Yunita Kristanti, Amal Nur Ngazis
Gunung Sadahurip, Garut. (VIVAnews/ Ahmad Rizaluddin)

VIVAnews --Gunung Sadahurip atau Gunung Putri di Garut, Jawa Barat kini menjadi pusat perhatian. Sebab, diyakini, bukit itu tak hanya sekedar onggokan tanah, namun menyimpan sebuah rahasia besar: sebuah piramida.

Menurut perkiraan, besar dan usianya melampaui Piramida Giza di Mesir. Tingginya diduga mencapai 200 meter, usianya sekira 10.000 tahun. Benar atau tidaknya klaim tersebut, masih menunggu pembuktian melalui proses eskavasi.

Terkait eskavasi, anggota Tim Katastropik Purba yang ikut menemukan gunung piramida, Iwan Sumule mengatakan, sejumlah peneliti dan lembaga asing telah menawarkan bantuan. Berupa tenaga peneliti, juga dana.

"Kami sudah dikontak, mereka akan memberi bantuan dana dan ajukan kerjasama penelitian, bahkan sudah dirancang juga oleh sebuah yayasan Jerman," ujar Iwan dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Kamis 29 Desember 2011.

Pihak yang sudah mengajukan tawaran kerjasama, adalah sebuah lembaga peneliti Jerman, Deutsche Orient-Gesellscaaft (DOG) dan peneliti, Prof. Bonatz, juga dari Jerman. 

Sebelumnya, masuk daftar peneliti yang tertarik dengan piramida Garut adalah Stephen Oppenheimer, ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris. Ia adlah penulis buku "Eden in The East", yang mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.

Alasan ketertarikan itu, kata Iwan, karena mereka pernah menulis buku atau studi tentang piramida. Sekaligus membuktikan hipotesa soal peradaban maju yang konon berada di nusantara. “Titiknya di daerah Sunda, mereka sudah memprediksi dalam bukunya, dia (Oppenheimer) sudah memprediksi,” tambahnya.

Untuk memperlancar proses eskavasi, pihaknya akan mengadakan pertemuan khusus dengan Oppenheimer pada bulan Febuari 2012 di Bali bersamaan dengan pertemuan peneliti budaya seluruh dunia. Dalam pertemuan itu, akan dibicarakan berbagai hal untuk memperlancar eskavasi. "Kami bicarakan teknis eskavasi nanti bagaimana juga berbagi data terkait dengan piramida. Dia juga sudah meneliti piramida di daerah Timur Tengah," lanjut Iwan.

Tunggu pembuktiannya

Meski menimbulkan harap dan menerbitkan rasa penasaran, sejumlah pihak mempertanyakan klaim piramida di nusantara. Apalagi, Indonesia tak mengenal adanya piramida.

Menanggapi berbagai pro kontra itu, Iwan meminta pihak yang menyangsikan untuk menunggu hasil penelitian. "Kita buktikan saja dengan tahapan ilmiah, metode ilmiah. Itu sudah kita lakukan," kata dia.

Ketertarikan peneliti asing, dia menambahkan, juga memperkuat klaim tersebut. "Peneliti asing pasti sudah mempelajarinya, tidak mungkin mereka antusias terus tidak meyakini hal ini," jelasnya. "Masa orang luar yang malah percaya, kita sendiri nggak percaya."

Ia melanjutkan, masyarakat saat ini juga antusias untuk menunggu kebenaran soal peradaban yang tersimpan dalam piramida tersebut. "Saat ini masyarakat sekitar memang mengeramatkannya. Untuk itu penelitian ini bisa menjawab (rasa penasaran)," dia menambahkan.

Iwan berharap bila ternyata benar terdapat piramida di balik gunung tersebut,  ini akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar. "Bisa positif untuk sosial budaya dan ekonomi."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ariep.yudhoyono
22/03/2012
ya di survei dulu lah sbelum meneliti lbih lanjut , arkeolog muda siap membantu kok.. balar, bp3 kan ada, ga perlu instansi asing.. kalo ada artefak, prasati yg sperti di gembar-gemborkan itu mana.. mhon ditunjukkan...fotonya dan koordinat lengkap..
Balas   • Laporkan
silviyanti
05/03/2012
sebuah penelitian BENAR atau SALAH di hasil akhirnya .. tetaplah akan menjadi bagian dari ilmu pengetahuan ... orang yg hanya bisanya mencibir dan mencemooh jgn pedulikan biarkan dan jangan pedulikan ... jalan terus apapun hasil akhirnya SUKSES
Balas   • Laporkan
shegie
07/02/2012
maju terus.... buktikan kamu mampu, jangan terganggu omongan-omongan politis yang ingin mengambil untung dibelakang!!!
Balas   • Laporkan
bimo.nimpuno
07/02/2012
Saya sudah melihat adanya benang merah antara piramida di Indonesia khususnya Candi Sukuh/Cetho dengan Piramida di Mesir dan Amerika Tengah seperti Mexico dan Peru. Hal ini mungkin bersumber kepada satu sumber budaya inteligensia tingkat tinggi, Atlantis.
Balas   • Laporkan
aditiar | 26/02/2012 | Laporkan
memang pernah ke candi cetho atau sukuh gah gan....can cetho dan sukuh berbentuk peramida tidak sempurna gan
bimo.nimpuno
07/02/2012
Sangat salah kalau Indonesia dikatakan belum mengenal Piramida di Indonesia. Kita mempunyai ratusan bangunan kuno berbentuk piramida yang disebut dengan punden berundak atau piramida terpancung. Contoh yang paling konkrit adalah Candi Borobudur itu sendir
Balas   • Laporkan
ariep.yudhoyono | 22/03/2012 | Laporkan
maaf mas,, dalam sejarah kita kita tidak menggunakan kata piramida. piramida itu cm di mesir, nenek moyong kita dulu lebih mengenal dengan kata "punden berundak/stone terrace" 100% Indonesia budaya megalitik asli masih bisa diliat sampe skarang
dickycans
02/02/2012
smoga bener2 piramid spya bsa menambah income dri sektor pariwisata...
Balas   • Laporkan
dietsvan.josowiredjo
02/02/2012
piramida....??????????? moga moga bukan pengalihan isu politik dan korupsi pejabat.
Balas   • Laporkan
pacman
01/02/2012
Mgkn aja itu bener2 piramida yg terkubur erupsi gunung api ribuan thn yg lalu... Negeri qta emank d kenal bnyk menyimpan misteri trmasuk kasus2 korupsi besar yg tetap jd misteri... Wkekekekekekekekek !
Balas   • Laporkan
lekdutmen
31/01/2012
NUSWANTARA lebih hebat dari INDONESIA...
Balas   • Laporkan
eric.brassco
18/01/2012
TGl 18/1/12 jam 00.30 pada salah asatu acara tv jejak petualang misterius,disana para team dengan seijin warga dan penemu batu tulis menggali batu tersebut, untuk pertamakalinya di perlihatkan di tv,aksara BT tsb berbeda dengan sunda buhun maupun jawa kun
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau