Nasional

Polri Usut Jaringan Penyelundup Imigran Gelap

Penyelundupnya ada dari negara asal, negara transit, dari Indonesia serta dari Australia.

Jum'at, 23 Desember 2011, 14:36 WIB
Aries Setiawan, Syahrul Ansyari
Kapal Imigran Gelap Tenggelam di Trengelek (Reuters/Sigit Pamungkas)

VIVAnews - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Saud Usman Nasution menyatakan, pihaknya masih mencari penyelundup imigran gelap yang tewas di perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Polisi juga akan melacak organisasi dan jaringan yang menaungi mereka.

Menurut Saud, dari penjelasan imigran yang selamat, mereka dimintai dana sekitar 4.000-6.500 USD per orang oleh penyelundupnya.

"Ini yang sedang kita kembangkan," kata Saud saat ditemui di Mabes Porli, Jakarta, Jumat 23 Desember 2011.

Masih berdasarkan pengakuan dari imigran gelap yang selamat, diketahui bahwa penyelundupnya ada dari negara asal, negara transit, dari Indonesia serta dari Australia. "Pengakuan sementara itu dari pihak ilegal imigran, kita akan ungkap dalam rangka mengetahui jaringannya," jelasnya.

Namun sayang, Saud belum dapat membeberkan berapa jumlah orang yang terlibat dalam upaya penyelundupan manusia tersebut. "Belum untuk konsumsi media, masih pengembangan kita. Yang jelas dari negara asal ada, transit ada, Indonesia, dan Australia," tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan, ada tiga oknum TNI yang diduga terlibat dalam penyelundupan imigran gelap dari Iran dan Afghanistan ke Australia.

Terkait hal tersebut, Saud membenarkannya. "Ada empat orang anggota TNI ditahan di Denpom (Detasemen Polisi Militer) di Tulung Agung, salah seorang PNS dari Koramil. Peltu S, Serka CH, Kopka K, Serda C, PNS B," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 22 Desember 2011.

Saud mengatakan keempat oknum TNI tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Mereka tengah dimintai keterangan perihal sejauh mana keterlibatannya dalam penyelundupan imigran tersebut. "Saat ini ditangani Denpom," tegasnya. (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ