Nasional

Orangutan di Kalbar Terancam Punah

Salah satu alternatif mengatasi ancaman tersebut adalah dengan membuat koridor satwa.

Selasa, 20 Desember 2011, 18:19 WIB
Arry Anggadha
Orangutan (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Untuk menciptakan kesepahaman mengenai pentingnya konservasi orangutan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan lindung di Kalimantan Barat, perlu adanya pola penataan ruang yang lebih tepat.

Konservasi yang sesuai dengan nilai-nilai konservasi yang dapat membantu dalam mengatasi konflik manusia orangutan di areal perkebunan. Menurut Sub Spesies Orangutan WWF Indonesia, Kalbar Albertus Tjiu, terdapat dua subspecies orang hutan di Kalimantan Barat yaitu, Pongo Pygmaeus Wurmbii dan Pongo Pygmaeus.

“Dari kedua spesies itu hampir punah dan terancam. Lebih menghawatirkan dimana hanya tersisa 550–1.830 individu di Taman Nasional Betung Kerihun dan 771–1.006 individu di Taman Nasioanal Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat,” kata Albertus kepada VIVAnews.com di Pontianak, Selasa 20 Desember 2011.

Populasi terbesar, sambung Albertus, terkonsentrasi di hutan dataran rendah yang banyak diarahkan fungsinya untuk areal perluasan perkebunan di wilayah tersebut.

Ancaman lain bagi kelestarian orangutan, kata Albertus, diakibatkan perburuan, kebakaran hutan, fragmentasi habitat, perambahan hutan, dekadensi gambut, hilangnya sumber pakan, dan habitat orangutan karena kekeringan.

“Populasi orangutan itu memiliki sejumlah fungsi ekologis penting bagi kelangsungan hidup. Diantaranya, pencegahan erosi, pengatur tata guna air, penyangga kehidupan sosial ekonomi masyarakat, serta sumber plasma nutfah yang sangat penting,” ujar dia.

Albertus menambahkan, salah satu alternatif mengatasi ancaman tersebut adalah dengan membuat koridor satwa yang menghubungkan dua populasi orangutan yang terdapat di blok hutan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu.

“Terjaganya sejumlah fungsi ekologis itu sangat penting. Koridor tersebut diharapkan adanya pergerakan individu yang lebih luas. sehingga terjadi pertukaran genetik yang beragam di dalam populasi orangutan."

"Nah, untuk populasi orangutan yang terdapat di wilayah satwa diperkirakan berjumlah diperkirakan ada sekitar 42.000–44.000 individu orangutan yang sebagian besar mendiami hutan dataran rendah dan hutan rawa di pulau Kalimantan,” kata Albertus.

Laporan: Aceng Mukaram | Kota Pontianak



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ