Nasional

DPR Sarankan Pemerintah RI Buat Tank Sendiri

PT Pindad sudah memiliki prototipe tank yang cocok untuk Indonesia.

Jum'at, 16 Desember 2011, 10:47 WIB
Anggi Kusumadewi
Tank Leopard 2A6 buatan Jerman (http://military-weapon.blogspot.com)

VIVAnews – Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyarankan pemerintah Republik Indonesia untuk membuat tank-tank sendiri daripada membeli dari pihak luar. Sebelumnya, parlemen Belanda menolak untuk menjual tank Leopard lama milik mereka ke Indonesia, dengan alasan catatan Hak Asasi Manusia (HAM) RI yang buruk di mata mereka.

Tubagus mengaku heran mendengar kabar tersebut, karena sebelumnya pemerintah sama sekali tidak pernah mendiskusikan rencana pembelian tank Leopard dengan DPR. Politisi PDIP ini mengira pemerintah berniat membuat tank sendiri, tidak membeli dari luar negeri.

“Tahun 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan PT. Pindad untuk membuat prototipe tank yang cocok di Indonesia. Sekarang, prototipe itu sudah jadi, jenis tank kelas menengah yang cocok untuk jalanan di Indonesia,” papar Tubagus kepada VIVAnews, Jumat 16 Desember 2011.

 “Tinggal alat bidik dan meriam yang perlu dibeli, tapi fisik tank-nya sudah oke,” imbuhnya. Oleh karena itulah Tubagus mempertanyakan berubahnya rencana awal pemerintah. “Ini sedang berjalan, kok lantas ada kebijakan baru untuk membeli tank Leopard,” kata dia.

Kini, setelah parlemen Belanda menolak menjual tank Leopard mereka ke Indonesia, Tubagus meminta pemerintah RI kembali ke rencana awal mereka. “Kalau pemerintah mau konsekuen dengan program mereka, teruskan pembuatan di Pindad,” tegasnya. Menurutnya, memproduksi tank sendiri akan menguntungkan Indonesia dari banyak segi.

“Berikan kesempatan kepada anak Bangsa. Produksi dalam negeri sama artinya dengan memberi kesempatan Pindad untuk bisa berkembang, karena biaya yang dibelanjakan pemerintah akan kembali kepada negara, berhubung Pindad adalah perusahaan negara,” jelas Tubagus.

Tank Leopard tidak cocok

Tubagus mengatakan Leopard tergolong tipe tank yang paling canggih, dengan kapasitas 62 ton. Namun kapasitas tank yang berat inilah yang membuat rencana pembelian tank tersebut kontroversial dan menjadi perdebatan di antara ahli-ahli sistem persenjataan RI.

“Ini banyak dipersoalkan, karena kapasitas tank Leopard dianggap terlalu berat. Padahal, jalanan di Indonesia memiliki daya tahan dengan kapasitas rendah. Tank seberat 62 ton akan sulit bergerak di jalanan di Indonesia,” papar Tubagus.

Parlemen Belanda, Tweede Kamer, menolak menjual tank Leopard ke Indonesia, dengan alasan tidak ingin terlibat dalam pelanggaran HAM yang menurut mereka kerap terjadi di Indonesia. Mosi penolakan penjualan tank Leopard ke Indonesia, disampaikan oleh dua partai Belanda yang duduk di parlemen.

“Kita tahu mereka (RI) telah memporak-porandakan Aceh, Timor-Timur. Baru-baru ini juga terjadi kerusuhan di Papua,” kata Arjan El Fassed dari Partai Kiri Hijau yang menginisiasi mosi penolakan itu, seperti dikutip Radio Nederland Siaran Indonesia, Rabu 14 Desember 2011.

Minat Indonesia atas tank Leopard Belanda sebetulnya mendapat sambutan postif pemerintah Belanda, yang segera mengutus Menteri Pertahanan mereka, Hans Hillen, untuk menyampaikan hal tersebut kepada Tweede Kamer. Kementerian Pertahanan Belanda ingin menjual tank-tank Leopard lama mereka kepada Indonesia, sebagai bagian dari langkah penghematan besar-besaran.

Pasca penolakan parlemen Belanda, pengamat militer Indonesia Salim Said berpendapat, keputusan itu berpotensi mengganggu hubungan bilateral kedua negara. “Pasti (penolakan penjualan tank itu) akan berdampak. Apalagi situasi papua sedang menghangat. Banyak kecurigaan dari Indonesia bahwa ada elemen-elemen Belanda yang masih bermain di Papua,” terang Said.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ilhampalkon
02/04/2012
aku dukung kamu 100% PT PINDAD kamu harus bisa ciptakan tank yang bagus,aku yakin kamu bisa semangat semangat INDONESIA BISA...!!
Balas   • Laporkan
tai_katak
20/01/2012
jangan cuma uji tank/alat tmpur. pntingnya uji nyali juga caranya buka perang yuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkk.
Balas   • Laporkan
error_bandit
19/01/2012
DPR apa ceperan dari "OBAT KUAT, KALENDER, PEWANGI, KURSI IMPOR, TOILET, dlllll" belum cukuppp apa????? heh rakyat! dengerin omongan DPR sama aja dengerin omongan!!!
Balas   • Laporkan
t.r.o.y
19/01/2012
Buat TANK sndri itu Bagus tp nanti jika dana nya lbh besar dri pda Beli jgn kaget..krna Perlu RISET & Lisensi pastinya.. DPR cma bs bilg Bikin aja tp jka di minta persutujuan Anggaran yg tdk memihak pda mereka kya Berat bgt..maklum g ada Ceperanya kali..:
Balas   • Laporkan
koko_classic
18/01/2012
Buat Tank bukan spti buat sepeda, banyak yg harus dijadikan acuan. Leopard bisa dijadikan obyek penelitian untuk alih teknologi. Klo buat sendiri DPR harus mengusulkan anggaran lebih besar dong, jgn hanya ngomong doang. karena gak bisa ikut dapet komisi
Balas   • Laporkan
cing_ala2
18/12/2011
Harus bwt sendiri...berjalannya waktu pasti akan semakin canggih kualitas yg dbwt oleh putra2 Indonesia...SDM kita tdk kalah, berikan putra2 bangsa utk mengembangkan inovasi2 mereka...persetan dgn bangsa kapitalis
Balas   • Laporkan
febsfox | 26/01/2012 | Laporkan
ngomong itu gampang jerman aja ampek bisa bikin leopard risetnya udah mulai jaman perang dunia 1 itung berapa taon tuh
princessjava | 14/01/2012 | Laporkan
mau nunggu sampe kapan??nunggu kita dilibas sama agressor lagi??ini soal teknologi pertahanan bung dlm menjaga kedaulatan NKRI bkn soal pgmbgn produk Dlm Negeri semata
sekalian bikin yang canggih ya...masa dr dulu sampe yg akan datang tanknya cuma itu" aja...
Balas   • Laporkan
frogman
16/12/2011
iya betul, bikin sendiri, adaptasi teknologi dari Rusia n Jerman / USA untuk urusan tank...
Balas   • Laporkan
ber_koar
16/12/2011
udahlah ga usah bnyk2 bkin snjta klau ujungnya jadi besi tua.. perang di indonesia skrg ini mlwan koruptor,, plggran ham.. rakyat cm pgn kesejahteraan.. ckplah snjta untuk bntai rakyat, mesuji, aceh, papua, timor2.. blm cukupkah?
Balas   • Laporkan
alienzkodox | 18/12/2011 | Laporkan
setelah sibuk ngadepin koruptor. kalo di keroyok negara tetangga mau apa kita??? membuat persenjataan selain buat perang juga buat negara lain yang mau nyerang dan melecehkan jadi mikir. coba Indonesia bikin Rudal 2000 KM. ketika malingsia sotoy..langsung
kesumadilaga
16/12/2011
yakin dan harus yakin, pindad harus mampu, rakyat harus mendukung anak bangsanya agar mandiri, belajar dari tidak bisa menjadi bisa, dukung 100% produk alutista dalam negeri, utk latihan tesnya alutista di negeri belanda/penjajah aja..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ