Nasional

Penjelasan Kapolri Soal Tragedi Mesuji

Terdapat dua kejadian di wilayah Mesuji.

Rabu, 14 Desember 2011, 20:59 WIB
Sandy Adam Mahaputra, Nila Chrisna Yulika
Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo akhirnya memberikan penjelasan terkait isu pembantaian massal 30 orang petani di Lampung oleh orang yang berseragam aparat, di Komisi III Bidang Hukum DPR.

Menurutnya terdapat dua kejadian di wilayah Mesuji. Kejadian pertama di wilayah kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan, pada tanggal 21 April 2011. Sedangkan untuk Mesuji, Lampung, terjadi 11 November 2011.

"Wilayah Mesuji memang berada di Sumsel dan Lampung. Keduanya memang satu batas dan berdekatan," kata Timur di DPR, Jakarta, Rabu 14 Desember 2011. Lokasi keduanya itu bisa ditempuh sekitar 4 jam dari Polres.

Timur menjelaskan, untuk kejadian di Mesuji (Sumsel), masalahnya berawal saat adanya sengketa lahan, yang sebelumnya sudah dimediasi oleh pemerintah daerah. Namun, pada 21 April 2011, terjadi pengeroyokan. "Sekarang sudah ada 6 tersangka yang sudah menjalani peradilan. Tinggal menunggu sidang," kata dia.

Sedangkan untuk kejadian di Mesuji (Lampung), itu juga disebabkan karena adanya sengketa lahan. Tetapi kejadiaanya terjadi pada tanggal 11 November 2011. "Saat itu ada warga yang disandera oleh warga lainnya. Polisi lalu datang untuk mengevakuasi. Tapi di tengah jalan dihadang. Polisi kemudian melakukan penembakan," jelasnya.

Kapolri menambahkan, saat ini polisi yang membawa senjata sudah disita dan diproses di pengadilan. (sj)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mahadewa
16/12/2011
PAK TIMUR P..YNG JADI PERTANYAAN KENAPA BARU DIUNGKAPKAN SEKARANG...SUDAH TAHU KOK DIAM SAJA?APALAGI ADA KASUS PEMENGGALAN..MALAH CUMA MENDAPATKAN KERINGAN HUKUMAN...TOLONG PAK..KALO TIDAK BERES, AKAN DIBAWA KE MAHKAMAH INTERNATIONAL...
Balas   • Laporkan
ockthrees.tos
16/12/2011
Buat para institusi negara atau pun pemerintah, klo sudah ada kasus-kasus yang tidak mengenakkan atau tidak baik untuk kalian, tolong jangan mengelak atau mencari alasan. karena itu semua teguran buat kalian sejauh mana kalian bekerja dengan baik.
Balas   • Laporkan
fan_fan
15/12/2011
Gila tuh aparat, apa dia gak tau klo senjata yang dia pake itu di beli pake uang rakyat, bener2 senjata makan tuan.
Balas   • Laporkan
ber_koar
15/12/2011
sabar sabar.. itulah gambaran keparat keamanan di indonesia tercinta ini.. mudah2an perilkau binatang mereka di ampuni oleh allah swt.. amiin
Balas   • Laporkan
indonesia negara amburadul,,,negeri yg lbih byk musibah ketimbang berkah,,,mau jadi apa negera ini????
Balas   • Laporkan
arliani
14/12/2011
wah apa bener gak ada "rekayasa" ...
Balas   • Laporkan
jangan sampai ada rekayasa kasus om, jangan sampai berpihak sama orang yg punya uang, biasanya polisi akan tutup kasus kalo udah dapat uang.....
Balas   • Laporkan
twinter
14/12/2011
eu j estou na praca
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ