Nasional

Gamawan: Soal GKI Yasmin Ada Titik Terang

"Kami melihat titik terang, mudah-mudahan minggu ini ditindaklanjuti," kata Gamawan.

Senin, 12 Desember 2011, 13:53 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Gamawan Fauzi (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan sudah melihat titik terang dalam masalah Gereja Kristen Indonesia di Taman Yasmin, Bogor. Titik terang itu muncul dari pertemuan pekan lalu.

"Perkembangan GKI Yasmin, minggu lalu sudah pertemuan dengan pihak terkait, kami melihat titik terang, mudah-mudahan minggu ini ditindaklanjuti," kata Gamawan di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta hari ini. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat persoalan ini bisa disepakati," kata Gamawan.

Sebelumnya, Perwakilan Dewan Gereja Sedunia, Pendeta Nababan berharap konflik GKI Yasmin dengan warga sekitarnya cepat diselesaikan. Selain itu, dia juga meminta Pemkot Bogor mematuhi keputusan Mahkamah Agung (MA) dan ombudsman  terkait polemik GKI Yasmin yang masih berlarut-larut penyelesaiannya.

Sebelumnya, Walikota Bogor Diani Budiarto yang membatalkan izin mendirikan bangunan (IMB) GKI Taman Yasmin beraudiensi dengan Majelis Ulama Indonesia. MUI yang tak mendengarkan keterangan pihak jemaat gereja menguatkan alasan Walikota menolak bangunan gereja di lokasi yang sekarang yang tak sesuai prosedur.

Padahal, MA telah menyatakan bahwa IMB gereja tersebut sah sehingga GKI Yasmin boleh didirikan di kompleks perumahan Taman Yasmin itu. Bahkan, Ketua MA Harifin Andi Tumpa mengatakan Walikota Bogor harus melaksanakan putusan MA terkait kisruh GKI Taman Yasmin tanpa syarat.

Menurut Harifin, jika Walikota Bogor tidak melaksanakan putusan MA terkait GKI Yasmin, justru dapat membuat kerukunan umat beragama disorot dunia internasional. (eh)

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
panda12
16/01/2012
terpujilah Tuhan semesta alam . ampunilah mereka karena mereka tidak tau apa yg mereka perbuat .
Balas   • Laporkan
iron maiden
25/12/2011
titik terang itu laksanakan saja keputusan MA yg menyatakan IMB GKI yasmin sah, jadi polisi sbg aparat hukum bukan KEPAR4T hukum tolong kawal eksekusinya, jangan2 timur pradopo dan gamawan fauzi biar kumisnya tebal namun berkelamin B3NCONG?
Balas   • Laporkan
sitijumi
16/12/2011
Indonesia bukan negara hukum tapi negara syariat. Selama Israel masih menduduki Palestina, muslim di indonesia boleh berbuat melawan hukum terhadap kafir sebagai balasan. Hidup MUI !!!
Balas   • Laporkan
van_helsing | 23/12/2011 | Laporkan
masalah Israel-Palestina bukan masalah agama tapi masalah suku dan wilayah....makanya anda harus punya wawasan yg luas tentang negara orang supaya jangan keliru
chokrasta | 21/12/2011 | Laporkan
species spt ini yg mbuat negara carut marut...pikirannya dangkal. pasti ga tamat sma. pikirannya cuma dendam aja.
zenie | 16/12/2011 | Laporkan
Gni ni ciri khas penghianat bangsa.. Dari dulu yang ada di Indonesia tu Pancasila,kagak kenal tu syariat.. Klo mw syariat ke Arab sono,klo ga terima Pancasila ya pergi aja.. Jadi orang kok otak nya ga dipake..
widyadjonny
12/12/2011
makanya banyak yg minta suaka politik di amerika
Balas   • Laporkan
zepitan
12/12/2011
bukannya itu harus masuk ke kepolisian???....menyankut tanda tangan warga sekitar???....kan ada sangksi buat pemalsuan
Balas   • Laporkan
van_helsing | 23/12/2011 | Laporkan
saya heran...apa urusan MUI mencampuri urusan IMB GKI Yasmin..?? lebih baik MUI urus tuh masalah haji yang syarat dengan tindakan KORUPSI
birong | 12/12/2011 | Laporkan
Yang palsukan tanda tangan siapa bos... anda..?? Anda sudah nonton acara telusur belum... waktu penambilan tanda tangan anda disitu ngak... yang dituduh memalsukan tanda tangan siapa...??
bahasyir | 12/12/2011 | Laporkan
Klo faktanya gak ada, polisi mana nyang mau proses bos?
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ