Nasional
Kasus Nazaruddin

Anas: Saya Tak Pernah Minat Urusi Proyek

Nazaruddin, dalam sidang eksepsinya kemarin kembali menyebut nama Anas Urbaningrum.

Kamis, 8 Desember 2011, 17:27 WIB
Ismoko Widjaya, Nila Chrisna Yulika
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terkait apapun dengan masalah anggaran. Apalagi terlibat langsung dengan proyek-proyek pembangunan.

"Saya tidak pernah berurusan dengan anggaran. Kedua, saya tidak pernah berurusan dan tidak punya minat berurusan dengan proyek-proyek," kata Anas Urbaningrum.

Hal itu disampaikan Anas usai memberikan penghargaan kepada pendaki tunadaksa berkaki satu, Sabar Gorky, yang telah menaklukkan dua puncak tertinggi dunia, Elbrus (Rusia) dan Kilimanjaro (Tanzania) di Kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis 8 Desember 2011.

Anas sendiri mengaku tidak terlalu berminat untuk merespons hal-hal yang tidak perlu ditanggapi. Termasuk soal tuduhan-tuduhan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap Wisma Atlet Palembang.

Nazaruddin, dalam sidang eksepsinya kemarin kembali menyebut nama Anas Urbaningrum. Termasuk menuding Anas memerintahkan agar PT Adhi Karya menjadi pemenang tender proyek olahraga di Hambalang, Sentul, Jawa Barat.

"Tapi saya perlu menyatakan bahwa itu adalah cerita fiksi yang diulang dan kadang ditambah-tambah. Karena itu cerita fiksi yang diulang-ulang maka tidak ada urgensi untuk saya respons," kata Anas.

Anas mengaku lebih berkonsentrasi menjalankan tugas-tugas organisasi yang jauh lebih bermanfaat. "Bagi kita yang menghidupkan akal sehat, tidak perlu menanggapi cerita fiksi itu," ujar Anas. (eh)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
koomingpoek
20/04/2012
ini tampang manusia yg munafiks...mimpin.kelompok.yg munafiks..
Balas   • Laporkan
dony13
02/02/2012
mna ada maling ngaku ....
Balas   • Laporkan
bambang_bh70
23/12/2011
Haiiii kita tidak bodoh
Balas   • Laporkan
akh.dzikri
22/12/2011
semoga allah melaknati kalian wahai KORUPTOR !!! semua tipu daya kalian tidak akan mempan di akhirat kelak .. Menyesalah kalian ketika tubuh kalian berada di neraka.. smoga allah memberi penangguhan bagi para koruptor di neraka kelak...amiiin
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 20/04/2012 | Laporkan
apa perlu tangan 2 kita...???
andariesta
11/12/2011
Pembohong besar..! Cara AU mengikuti cara senior di organisasi dia dulu, dan diikuti yuniornya juga sampai skrng. Mari kita berdoa bersama, agar AU tidak jadi apa-apa stlh dari partai ini. Bahaya jk dia punya kuasa! Amin...
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 20/04/2012 | Laporkan
HANCUR....partai kelompok maling..
mutiadira
09/12/2011
memang bukan dia yg ngurus langsung tapi orang suruhannya yg ngurus proyek. jadi kalau ketauan dianya sih aman tapi orang suruhannya yg ga aman.
Balas   • Laporkan
asunjaya
09/12/2011
Tak ngurusi proyek tapi ngurusi duitnya proyek, ngurus proyek mah cape mending ngurusin hasilnya proyek...preettt
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 20/04/2012 | Laporkan
banyak.pejabat.gemuk..hasil.dari mana..???
kemaren aku telah tertipu oleh mukamu .....bung AU sekarang aku ogah
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 20/04/2012 | Laporkan
syukur.kalo dah sadar...dia mantan ketu KPU...apa berbuat netral...? sy sangsi lho..ada barter.dgn jabatan...kayak nya.
babonn
09/12/2011
Kelihatan sekali ada deal antara Anas dg Busyro, buktinya dakwaan ke Nazar dilokalisir dan keliatan ecek-ecek. Padahal ongkos untuk menjemput Nazar dari kolombia 4 M blm biaya pengamanannya. Kenapa ga mau dibuka semua? Karena Anas cs akan kena..gitu loh..
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 20/04/2012 | Laporkan
anas sama boss nya ..mungkin kan..?
Klw mau jadi penipu, belajarlah dari AU sang ahli.
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 20/04/2012 | Laporkan
sudah terbukti gitoolhoh...
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ