Nasional

Dituding Abal-abal, Ini Jawaban New7Wonders

Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo menyatakan yayasan ini tak kredibel.

Kamis, 3 November 2011, 19:20 WIB
Bayu Galih, Elin Yunita Kristanti
Komodo (ANTARA/ M Risyal Hidayat)

VIVAnews - Duta Besar RI untuk Swiss Djoko Susilo menuding New7Wonders adalah "yayasan abal-abal". Pasalnya, dari hasil penelusuran tim Kedutaan, alamat surat New7Wonders tak dapat ditemukan.

Alamat yang ditelusuri tim adalah: Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich. Menurut Djoko, alamat itu tak valid. Yang paling mendekati adalah: Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich. Itu pun di alamat ini tak ditemukan ada kantor yayasan. Yang ada di sini adalah Museum Heidi Weber.

Menanggapi tudingan ini, Head of Communication New7Wonders, Eamonn Fitzgerald menyatakan bingung dengan dasar penilaian Pemerintah Indonesia. "Saya tidak paham dengan apa yang dimaksud 'layak' dalam artian ruang kantor," kata Eamonn dalam emailnya kepada VIVAnews, Kamis, 3 November 2011.

Selama ini, menurut Eamon, New7Wonders sudah sangat transparan dalam segala aktivitas mereka di Internet. "Semua fakta tentang kami ada di sana untuk dilihat seluruh dunia," demikian ditulis Eamonn.

Because of the openness of the Internet, the facts are there for the entire world to see, and they show a very open history of New7Wonders and a very impressive track record. Please take a look at http://world.n7w.com/lisbon-on-07-07-2007/ as this will give you an overview of the ability of New7Wonders when it comes to running campaigns that are global and democratic.

Di situs mereka, Eamonn melanjutkan, New7Wonders telah dengan gamblang menjelaskan sejarah dan sepak terjang yayasan ini "dengan rekam jejak yang sangat impresif."

"Silakan klik http://world.n7w.com/lisbon-on-07-07-2007/ di mana itu akan memberikan sebuah gambaran kepada Anda tentang kemampuan New7Wonders dalam menggelar kampanye berskala global secara demokratis." (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kangdalijo
04/11/2011
yang tidak mendukung komodo. semoga menjadi komodo, dan wajahnya banyak komodonya...
Balas   • Laporkan
rdnmz
04/11/2011
dukung sih kita dukung.. kebanggaan indonesaia,, tapi jangan mau di bodohi donk... gak semua orang bule itu bijak.. dari pada uangnnya untuk yang gak jelas.. mending nyumbang buat kesejahteraan rakyat sendiri..
Balas   • Laporkan
zulfi_jkt
04/11/2011
MAU MENANG MO GK, MO FIKTIF MO GK, KOMODO YA TETAP AJA KOMODO SE EKOR BINATANG. BIAR MENANGPUN KOMODO G BAKALAN BERUBAH JD MANUSIA.
Balas   • Laporkan
special_onez
03/11/2011
ga usah diributin soal layak ato tdk layak..toh pak DUBES jg gaptek koq soal penyelenggaraan kontes kyk N7W...pokoknya qt hrs dukung KOMODO sbg slh 1 keunikan dunia...pak DUBES tuh NYELENEH n NGEYELL...:))
Balas   • Laporkan
dedy.gintings1 | 03/11/2011 | Laporkan
tak perlu N7W mengakui pulau komodo menjadi keunikan dunia.. memang sudah dr thn 1986 UNESCO
new7wonder itu sama kayak Indonesian Idol
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ