Nasional

Dubes Swiss: Yayasan New7Wonders Abal-abal

"Tidak ada satupun orang di Swiss mengenal alamat itu," kata Dubes RI Djoko Susilo.

Selasa, 1 November 2011, 18:20 WIB
Ismoko Widjaya
Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo (Situs KBRI Swiss)

VIVAnews - Duta Besar RI untuk Swiss Djoko Susilo menyatakan sudah sekitar satu tahun menelusuri keberadaan Yayasan New7Wonders yang menggelar pemilihan 7 keajaiban baru dunia. Taman Nasional Komodo merupakan salah satu kandidatnya. Hasil penelusuran tim kedutaan yayasan ini palsu.

"Ini yayasan abal-abal. Kami sudah tongkrongi, bukan 1-2 jam tapi sehari penuh. Tidak juga ditemukan orang-orangnya," kata Djoko saat diwawancarai VIVAnews.com lewat telepon, Selasa 1 November 2011.

Alamat kode pos New7Wonder Foundation disebutkan berada di Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich. Menurut Djoko alamat itu tidak benar. Alamat kode pos yang ada seharusnya Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich. Dan di lokasi itu tidak ditemukan kantor yayasan, melainkan Museum Heidi Weber.

Museum hanya buka pada musim panas yakni Juni, Juli, Agustus, dari pukul 14.00-17.00. "Tidak ada satupun orang di Swiss, atau minimal tetangga yang berada di dekat situ, yang mengenal Yayasan 7Wonders," Djoko menegaskan.

Djoko, politisi PAN yang menjabat duta besar sejak Maret 2010, mengaku sudah mengerahkan tim sejak awal dia menjabat. Hasilnya nihil. Tim tidak pernah berhasil menemukan di mana kantor yayasan itu berada.  

"Saya sudah mengunjungi semua di sini. Pejabat Swiss dan kalangan media tidak ada yang tahu soal yayasan itu," katanya. 

Menurut Djoko, mendirikan yayasan di Swiss bukanlah perkara sulit. Jadi, siapapun bisa saja mendirikan yayasan dengan alasan apapun. "Alamatnya bukan numpang di museum, tapi memang tidak ada."

Sebelumnya, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo Emmy Hafild menegaskan isu Yayasan New7Wonders palsu terlalu mengada-ada. Dia bahkan mengibaratkan polemik ini bagai makanan basi yang kembali dihangatkan guna menjegal kemenangan Pulau Komodo.

"Yang ribut-ribut masalah ada biaya-biaya itu kan hanya Maladewa dan Indonesia, sedangkan 26 negara lain yang mengikuti santai saja. Akhirnya, kompetisi ini diteruskan oleh kelompok masyarakat, jadi sebenarnya tak ada hubungan dengan pemerintah," kata Emmy kepada VIVAnews.com, Minggu malam kemarin. (kd)

• VIVAnews
Rating
Komentar
arfanparuasi
08/11/2011
Yang jelas kita harus mendukung komodo...
Balas   • Laporkan
ajengjoy
02/11/2011
yayasan tersebut harus mempertggjawabkan semua itu kehadapan publik
Balas   • Laporkan
salman bintang
01/11/2011
Bagaimana pendapat pak Yusuf Kalla?. Kasihan, beliau begitu bersemangat...
Balas   • Laporkan
setelah 40.421.843 suara/sms, knp gak diberitau dari awal sih?kasian yg udah ngirim sms banyak2
Balas   • Laporkan
Sekarang ajak aja itu Emmy hafild ke swiss dulu, kasih liat bukti2nya, kalo sudah, tanya apa pertanggung jawaban dia kalo itu yayasan emang benar abal2 gimana ?? Bagi kami masyarakat tanpa jd 7wonders versi itu yayasan, p komodo ttp ajaib.. susah bangget
Balas   • Laporkan
bakul.bawang
01/11/2011
tanpa ikut New7Wonders pun pulau komodo tetap keajaiban dunia, mana ada di tempat lain binatang purba seperti ini. tinggal pemerintah aja yang seharusnya lebih gencar mempromosikannya, apalagi yayasan New7Wonders jg g jelas.
Balas   • Laporkan
pujiyanto | 01/11/2011 | Laporkan
Setuju banget...
AQillas dad | 01/11/2011 | Laporkan
setuju boss..
copicares
01/11/2011
salute buat pak djoko teliti dulu sebelum dibeli TANPA PANJANG LEBAR SILAHKAN BACA SENDIRI :: httX://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/
Balas   • Laporkan
santi Jayakusuma
01/11/2011
Di Philipin juga ramai.. mereka malah bikin count down...
Balas   • Laporkan
Ahmad Swandi
01/11/2011
uuu di Malaysia rame banget VOTE-nya..kita malah kelahi..http://news.n7w.com/tag/malaysia/
Balas   • Laporkan
kalau sudah terbukti demikian kita tarik diri aja sebagai nominasi New7Wonders. terus balikin pulsa kami yang sudah terlanjur kita kirim
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ