Nasional
Taman Nasional Komodo

"Komodo Sangat 'Seksi', Jangan Dibenturkan"

Pulau Komodo yang sedang berjuang di New7Wonders sudah mendapat dua pengakuan dari UNESCO.

Selasa, 1 November 2011, 12:35 WIB
Elin Yunita Kristanti
Kunjungan Jusuf Kalla ke Pulau Komodo (REUTERS/Beawiharta)

VIVAnews - Tinggal 10 hari lagi waktu untuk mendukung Pulau Komodo dalam ajang New7Wonders of Nature. Namun sejumlah konteroversi merebak, salah satunya soal ancaman gangguan terhadap habitat hewan bernama latin Varanus komodoensis itu.

Benarkah Komodo terancam terganggu?

Dimintai tanggapan soal kontroversi itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sustyo Iriyono,  meminta agar semua pihak tidak membenturkan masalah promosi kawasan wisata itu dengan kelestarian lingkungan. Sebab, "Manusia punya akal dan cara untuk tetap melindungi Komodo," kata dia kepada VIVAnews.com, Selasa 1 November 2011.

Tujuan dari semua promosi itu adalah sederhana saja. Membangun wilayah demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga ekosistem. "Kalau untuk kejayaan Indonesia, jangan melihatnya dengan hitam putih. Yang penting, Komodo menang, jaya Indonesia. Yang bisa dilakukan adalah mensiasati agar kekhawatiran terganggu itu tidak terbukti."

Salah satu caranya adalah dengan menerbitkan aturan bahwa pembangunan infrastruktur jangan di lakukan di wilayah taman nasional, tapi di Flores atau Labuan Bajo. "Supaya habitat Komodo tidak terganggu," kata dia. Selama ini turis-turis yang datang ke Komodo hanya sebentar melihat binatang langka itu, sesudah itu mereka kembali ke hotel di Labuan Bajo.

Sehingga, bagi para penggelola Taman Nasional Komodo, tidak ada masalah jika Komodo nantinya mendapat predikat 'tujuh keajaiban dunia' dan makin banyak wisatawan yang berkunjung. "Tinggal disiasati dengan aturan dan sinergi dengan pemda dan pihak lain. Nggak ada persoalan."

Orang-orang yang datang ke Pulau Komodo hanya bisa bertemu dengan Komodo dalam waktu yang sangat terbatas. Hanya di Loh Liang, Pulau Komodo, dan Loh Buaya, di Pulau Rinca. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di laut, di sejumlah pulau lain dan pantai-pantai yang indah di pesisir Labuan Bajo.

Menjelang pengumuman tujuh keajaiban dunia, Taman Nasional Komodo(TNK) pun sedang bersiap. Para penggelola sedang mempersiapkan sumber daya manusia, sinyal telekomunikasi, sel surya, dan perhubungan laut untuk mengangkut para wisatawan. "Komodo sangat seksi sekali. New7Wonders juga harus dilihat sebagai (peluang) akses wisata, ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Juga untuk melestarikan Komodo," kata dia. "Jangan dibenturkan."

Selama ini, Sustyo menambahkan, turis berdatangan ke sekitar taman nasional untuk melakukan dua hal: menyelam dan tracking. Di sekitar Pulau Komodo ada 40 spot diving yang istimewa. Ada gua laut, bukit laut, juga aliran air yang deras.

Karena Komodo adalah top predator, karnivora, pengunjung didampingi penjaga atau ranger. "Karena ini wildlife (alam liar), bukan taman safari atau kebun binatang," kata Sustyo, membantah anggapan mengunjungi taman nasional berbahaya. 

Di situ lah indahnya berwisata ke habitat asli Komodo. Ada sensasi petualangannya. "Orang asing tak pernah mempermasalahkan, mereka selalu puas. Hanya, yang masalah justru orang Indonesia, yang tidak bisa membedakan taman safari dan taman nasional."

Tahun 2011, tercatat ada 45.000 orang yang mengunjungi Pulau Komodo. "95 persennya orang asing," kata dia. WNI hanya tercatat sekitar 2.000 orang, namun angka ini naik tahun ini."

Sustyo menambahkan, Komodo yang sedang berjuang di ajang New7Wonders sebelumnya sudah mendapat pengakuan dari Badan Pendidikan Budaya PBB, UNESCO. "Sebagai cagar manusia dan biosfer, juga warisan alam dunia."

Ingin Komodo menjadi bagian dari keajaiban dunia. Anda bisa berpartisipasi, ketik 'KOMODO' kirim ke 9818, sebanyak-banyaknya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
blackflorezt
02/11/2011
.."orang asing tak pernah mempermasalahkan, mereka selalu puas, yang jadi masalah justru bangsa sendiri yang sok pinter namun picik.." HAYO.. DUKUNG TERUS KOMODO dengan cara ketik komodo kirim ke 9818.. cuman serupiah kok..
Balas   • Laporkan
ahmad s
01/11/2011
Alamak, Rifeik.. loe ambil bantal aja deh... terus bobo sana. Sesudah rame-rame kampanye ini, banyak turis datang.. Loe mah pikirannya curiga melulu.. dengar lagunya Ayu Ting2 dulu biar seger
Balas   • Laporkan
deodoran lala
01/11/2011
Astaga, si Rifeik... serupiah doang.. nga bikin dompet loe ngeluh kale, apalagi bangkrut coi.. daripada uang kita dikorup,, mending buat Komodo aja..pikirkan efek ekonominya jika dia menang. Jangan cupid jadi bangsa
Balas   • Laporkan
rifeik
01/11/2011
jadi teringan tulisan di yahoo news dan kaskus tentang Komodo dan Nasionalisme Buta Kita...klo kita ikut, dijamin bangkrut dan memperkaya yang punya yayasan new seven wounders karena yayasan itu tidak diakui oleh UNESCO!!
Balas   • Laporkan
damianus Saporo
01/11/2011
Ayo vote KOMODO... kepada mereka yang suka bentur-benturkan itu.. tolong hentikan... Nga ada gunanya. Kepada aparat pemerintah, tolong dukung e... Bapa Tua SBY sudah VOTE tuh.. tinggal ikut saja toh.. hehhehhee
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ