VIVAnews – Komisi Hukum DPR hari ini menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon-calon pimpinan KPK periode mendatang. Ujian hari ini adalah tahap penyusunan makalah, sedangkan tahap wawancara baru akan dilakukan pada tanggal 21 November 2011.
“Hari ini capim KPK ke Komisi III untuk menjalani tes penulisan paper. Rencana wawancara untuk fit and proper test akan mulai tanggal 21 November dan seterusnya,” kicau anggota Komisi Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, di akun twitter-nya pagi ini.
Eva lantas menjelaskan kepada VIVAnews, wawancara baru akan digelar akhir bulan depan, karena terpotong masa reses DPR. “Tanggal 28 Oktober, DPR sudah reses. Masuk lagi tanggal 14 November. Jadi wawancara dilakukan minggu kedua setelah reses,” kata politisi PDIP itu, Senin 24 Oktober 2011.
Delapan nama calon pimpinan KPK yang akan mengikuti fit and proper test di DPR itu adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, Handoyo, Abraham, Zulkarnaen, Adnan Pandu Pradja, dan Ariyanto Sutadi. Anggota-anggota Komisi III sendiri sejauh ini lebih banyak menjagokan Bambang Widjojanto dan Yunus Hussein.
Yunus Hussein dijagokan karena pengalaman yang bersangkutan sebagai Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pengetahuan Yunus yang mendalam soal transaksi mencurigakan, dinilai menjadi modal positif.
Sementara Bambang Widjojanto dinilai memiliki komitmen dan rekam jejak yang jelas dalam upaya pemberantasan korupsi. Panitia Seleksi Pimpinan KPK sendiri menempatkan Bambang di nomor urut pertama calon pimpinan KPK, dan Yunus di nomor dua calon pimpinan KPK. (eh)