Nasional
Aliran Bertukar Pasangan

Kegiatan Satria Piningit Diputus Menyimpang

Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa kegiatan Satria Piningit menyimpang. Apa itu?

Jum'at, 30 Januari 2009, 11:24 WIB
Elin Yunita Kristanti, Zaky Al-Yamani
Foto Agus Imam Solihin pemimpin Aliran Satria Piningit (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnerws - Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat atau Bakor Pakem memutus  bahwa kegiatan Satria Piningit Weteng Buwono menyimpang.

"Sudah menyimpang karena pimpinannya sudah mengaku Tuhan," kata Kepala Kejaksaan Jakarta Selatan, Setia Untung Arimuladi, di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Juamat 30 Januari 2009.

Alasan kedua kegiatan Satria Piningit menyimpang adalah tidak mewajibkan salat dan zakat pada pengikutnya. Menurut Setia, langkah pengawas aliran selanjutnya adalah menginventarisasi soal ajaran maupun organisasi Satria Piningit untuk menentukan apakah aliran tersebut bisa disebut sesat. "Akan melakukan pendalaman mengenai ini. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama," kata Setia.

Menurut Setia, soal apakah ritual seks yang dilakukan sekte tersebut termasuk penodaan atau penistaan agama, bukan wewenang pengawas aliran. "Itu lingkup penyelidikan kepolisian," ujar dia.

Apa yang dilakukan pengawas aliran, tambah dia, bertujuan meminimalisasikan jangan sampai ajaran Satria Piningit menyebar kemana-mana. "Sehingga mengganggu ketertiban umum," tambah dia.

Aliran Satria Piningit Weteng Buwono yang digerebek di Kebagusan, Jakarta Selatan, menggegerkan warga sekitar. Dalam kegiatannya, aliran Satria Piningit menghalalkan persetubuhan dan ditonton oleh para penganut. Mereka juga menganjurkan adanya pertukaran pasangan dari masing-masing anggota. Pemimpin aliran, Agus Imam Sholihin sudah menyerahkan diri ke Markas Polres Jakarta Selatan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ