VIVAnews - Polri sedikit demi sedikit mulai menguak korban tewas bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS kepunton) Solo. Korban diduga adalah pelaku bom bunuh diri.
"Saya dapat laporan dari Humas Polda Jawa Tengah, usia pelaku sekitar 31 tahun," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Minggu 25 September 2011.
Namun, untuk ciri lainnya, Anton mengaku masih menunggu hasil otopsi. "Untuk tinggi dan sebagainya belum. Nanti kami sampaikan yah," ujarnya. Apakah pelaku warga Solo? "Kami belum dapat pastikan," ujarnya.
Menurut Anton, pihaknya sampai saat ini masih mengidentifikasi pelaku bom. "Ini masih diidentifikasi di TKP dan untuk korban. Apa-apa yang bisa didapat dari TKP nanti kami akan tahu dan itu dililit atau ditaruh di mana," ujarnya.
Polisi, lanjut Anton, juga masih mencari kaitan bom tersebut dengan kejadian serupa di kota lain. "Sekarang ini kita tahu bahwa kita lagi mengejar semua pelaku-pelaku teroris ya, maka itu kita harus waspada karena teroris masih ada."
"Untuk itu kita harapkan kepada masyarakat cepat-cepat memberikan informasi kalau ada hal-hal yang dicurigai kepada kepolisian supaya kita bisa segera bertindak," ujarnya.
Mengenai jenis bom, polisi juga masih belum dapat memastikan apakah termasuk low atau high explossive. "Sementara kalau melihat gereja itu tidak ada yang rusak itu belum tentu bisa dikatakan high karena tidak ada yang rusak hanya jamaah yang mengikuti kegiatan jamaah itu lah yang kena banyak korban," ujarnya. (umi)