Nasional

2 Gunung Gawat, SBY Panggil Mbah Rono

Letusan diprediksi mengancam wilayah di radius 20 km lebih yang dihuni satu juta orang.

Jum'at, 5 Agustus 2011, 19:54 WIB
Karaniya Dharmasaputra
Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Antara)

VIVAnews - Jumat tadi siang, 5 Agustus 2011, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief dan Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMGB) Surono dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut seorang pejabat di lingkungan Istana, pertemuan berlangsung usai rapat kabinet terbatas. Mereka melaporkan dan membahas perkembangan sejumlah gunung api di Indonesia yang menurut analisis PVMBG dan sejumlah ahli, sudah di luar kebiasaan dan dianggap mengkhawatirkan.

Saat ditanya VIVAnews.com, apakah yang dimaksud adalah Gunung Marapi di Sumatera Barat, sumber itu menjawab, "Ada yang lebih penting."

Menurut dia, urusan "yang lebih penting" itu utamanya menyangkut dua gunung, yakni Gunung Papandayan dan Gunung Guntur; keduanya di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

"Tapi yang sudah manifes adalah Papandayan," kata sumber itu, khawatir. Soal kapan akan meletus, dia mengatakan, "Tidak terlalu lama lagi."

Pejabat itu menjelaskan, aparat terkait sedang ekstra waspada. Ini karena menurut salah satu analisis ilmiah yang telah dilakukan, jika gunung ini meletus skalanya bisa dahsyat seperti Gunung Merapi tempo hari. "Letusan tua," katanya lagi.
 
Untuk itu, pemerintah telah mengambil langkah-langkah antisipasi bencana untuk memnimalisir korban yang jatuh. Letusan diprediksi bisa berdampak pada wilayah dalam radius 20 kilometer lebih yang dihuni satu juta orang. Artinya, ini wilayah yang masuk kategori padat penduduk. Sejarah mencatat letusan Papandayan di tahun 1772 silam menyapu 40 kampung dan menewaskan 2.951 orang.

"Pusing kami, gunung ini sudah abnormal," kata pejabat itu lagi.

Sayang, ketika dikonfirmasi Andi Arief hanya mengatakan, "Aku no comment dulu deh." Menurutnya, penjelasan resmi akan disampaikan Mbah Rono--begitu Surono biasa dipanggil--pada konperensi pers yang akan digelar Senin besok, 8 Agustus 2011.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
e agus gunawan
29/08/2011
hasil survei TEAM GADAMUSA DISCOVERY gunung guntur akan lebih bahaya apabila itu terjadi karna akan banyak merusak sarana umum dan tempat wisata, loasi yang tidak begitu jauh dengan kota garut, tanggul sudah tidak berpungsi lagi
Balas   • Laporkan
e agus gunawan
29/08/2011
hasil survei TEAM GADAMUSA DISCOVERY gunung guntur akan lebih bahaya apabila itu terjadi karna akan banyak merusak sarana umum dan tempat wisata, loasi yang tidak begitu jauh dengan kota garut, tanggul sudah tidak berpungsi lagi
Balas   • Laporkan
solo frengky nainggolan
22/08/2011
kalu bsa jgn sampai terlambat info nya jgn seperti yg lewat2... dah makan korban banyak bru sigap semua nya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ