Nasional

Retaknya Hubungan Nazaruddin-Anas

Anas pernah tercatat sebagai komisaris di dua perusahaan Nazaruddin.

Rabu, 20 Juli 2011, 13:23 WIB
Arry Anggadha
Bekas Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin (ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews - Buronan interpol, Muhammad Nazaruddin, melontarkan tudingan panas. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, disebut ikut menikmati aliran dana dalam proyek SEA Games. Uang itu kemudian digunakan untuk pemenangan kongres Demokrat di Bandung pada 2010. Retakkah hubungan mereka?

Seperti diketahui, Nazaruddin masuk ke Demokrat bersama Anas pada 2005. Pada 2004, Nazaruddin adalah calon anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan, tapi dia gagal. Sedangkan Anas saat itu masih menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum.

Pada 2005, Anas dan Nazaruddin bersama-sama masuk Demokrat. Saat itu Anas langsung terpilih menjadi Ketua DPP Demokrat Bidang Politik, sedangkan Nazaruddin terpilih menjadi wakil bendahara.

Hubungan Anas dan Nazaruddin 'terjalin lebih erat' saat Anas membeli 30 persen saham Nazar di PT Anugerah Nusantara. Berdasarkan dokumen yang diperoleh VIVAnews, pembelian saham itu dilakukan pada 1 Maret 2007. Nota jual beli saham itu ditandatangani Notaris H Asman Yunus pada 2 Mei 2007 di Pekanbaru.

Kemudian pada 2008, Anas juga disebut memiliki saham di salah satu perusahaan Nazaruddin, PT Panahatan. Berdasarkan dokumen PT Panahatan yang diperoleh VIVAnews.com, pada 2008, Anas dan Nazaruddin memiliki saham sejumlah 35.000 lembar. Sisanya, saham dimiliki oleh sepupu Nazaruddin, M Nasir, yakni 30 ribu lembar saham.

Dengan nilai satu lembar saham Rp1 juta, berarti Anas Urbaningrum memegang saham di PT Panahatan senilai Rp35 miliar, Muhammad Nazaruddin Rp35 miliar, dan M Nasir Rp30 miliar.

Saat itu susunan pengurus di PT Panahatan adalah Nasir sebagai direktur, sedangkan Nazaruddin sebagai Komisaris Utama, serta Anas sebagai komisaris.

Mengenai kepemilikan saham ini, Nazaruddin mengakuinya. "Itu perusahaan Anas dan PT Anak Negeri adalah anak perusahaan PT Anugerah. Saya anak buah Anas," kata Nazaruddin dalam pesan BlackBerry Messenger yang diterima VIVAnews.com beberapa waktu lalu.

Anas pun sudah membantah mengenai keterangan Nazaruddin itu. "Ya BBM (BlackBerry Messenger) yang keliru semua kok. Kan sudah saya bantah," kata Anas pekan lalu. Saat ini, Anas pun dikabarkan sudah tidak lagi menjadi komisaris di 2 perusahaan tersebut.

'Kedekatan' Anas dan Nazaruddin kembali tercipta. Pada Mei 2010, Anas yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat kemudian mengangkat Nazaruddin sebagai bendahara umum.

'Perpecahan' Nazaruddin dan Anas mulai tampak saat Nazar disebut-sebut terlibat dalam kasus suap wisma atlet. Nazaruddin melalui pesan BBM berulang kali menyerang Anas. Nazar menyebut, ada dana yang mengalir ke Anas dari proyek wisma atlet saat kongres Demokrat 2010.

"Kalau soal wisma atlet yang nilai proyek Rp200 miliar, sudah dialokasikan Rp16 miliar, Rp9 miliar untuk DPR lewat Paul, dan Rp7 miliar dialokasikan untuk tim kongres pemenangan Anas.

Untuk pro Ambalan Rp1,2 triliun dana yang sudah dialokasikan Rp100 miliar. Dengan rician ke DPR lebih kurang Rp30 miliar lewat pengusaha teman Anas namanya Mahfud, Rp50 miliar untuk pemenangan Anas waktu kongres dan ke tim konsultan Anas calon presiden Ipang konsultan Rp20 miliar."

Nazar juga menyatakan Anas yang menyuruhnya pergi ke Singapura. "Dari awal saya tidak mau ke Singapura, tetapi disuruh menghindar dulu 3 tahun ke Singapura. Saya benar-benar terjebak. Makanya saya akan buka semua dokumen yang ada. Saya disuruh menghindar dan menenangkan diri. Ternyata di Indonesia dia mengatur skenario saya lari," beber Nazar.

Anas sudah membantah keras tudingan Nazar itu. Anas juga membantah kemenangan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lantaran karena dia menggelontorkan dana kepada para pemegang suara. "Tanya saja pendukung saya, yang memilih saya," kata Anas.

Anas pun membantah dirinya menyuruh Nazaruddin pergi ke Singapura. "Sampeyan ini ada-ada saja," kata Anas.

Posisi Nazaruddin sebagai bendahara Demokrat pun sudah dicopot. Bahkan Anas juga memecat Nazaruddin dari Demokrat dan me-recall Nazar dari DPR.

Nazaruddin enggan berkomentar mengenai serangan bertubi-tubi ke Anas itu. "Yang saya sampaikan adalah fakta hukum dan yang benar," tutur Nazar dalam pesan BBM-nya. (sj)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Kahar Zakir
21/07/2011
Apakah pantas mengharapkan kesantunan dari orang-orang yang haus dan rakus kekuasaan dan harta? Lebih baik menetapkan dan meyakinkan diri untuk tidak bersinggungan, apalagi terlibat, dalam hal-hal tercela, yang adalah pola hidup mereka.
Balas   • Laporkan
mamad_30
21/07/2011
dugaan kuat menunjukkan bahwa Anas mendapat Rp50 miliar dari proyek Hambalang yang bernilai Rp1,2 triliun. Dana ini yang dipakai untuk memenangkan Anas di Kongres. uhh mauu jdi apa negara ini kalau ketua demokrat aja udah ain politikk uaang.
Balas   • Laporkan
gk usahhh ngelesss ..pak tolong jadi gentlemen akuii semuanya az...hayooooo udiiinnnnnn nyanyiii terusssssss pak lumayan buat menjelang Ramdhan buat tambah2 pahala pak
Balas   • Laporkan
mxol
20/07/2011
Rupanya Indonesia sedang dikuasai oleh penjajah gaya baru. Ternyata pelajaran sejarah di sekolah dulu tentang penjajahan sudah mulai diterapkan oleh elit-elit politik di negeri ini. Bangsa ini sedang dihisap habis oleh mereka yg ngakunya orang indoensia.
Balas   • Laporkan
ainktea
20/07/2011
pelajaran buat rakyat (yg mau belajar), jgn tertipu dengan penampilan SANTUN, SOPAN, JAIM. Dibelakang itu semua, ternyata..................
Balas   • Laporkan
simartanto
20/07/2011
Anas jebolan KPU, Andi Nurpati jebolan KPU.. pantesan Demokrat menang.. ck ck ck
Balas   • Laporkan
can
20/07/2011
ANAS URBANINGRUM ketahuan juga belangnya, busuknya, liciknya, rakusnya. sy yakin semua yg dikatakan nazarudin tdk semua bohong. apa iya semua masalah di demokrat hnya nazarudin yg salah semntara yg lain benar, yg lain sok suci, yg lain jujur.
Balas   • Laporkan
gantara
20/07/2011
maju din...ga usah takut nti rakyat jg tao ...LANJUTKAN
Balas   • Laporkan
wardiq | 20/07/2011 | Laporkan
gw nyaranin nt membentuk "NAZARUDDIN FANS CLUB",,,agar orang2 yg punya pikiran kerdil kaya nt punya wadah dan gampang untuk mengkarantinanya,,,agar virus "kerdil" ga nyebar kemana-mana,,,
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ