VIVAnews -- Meski kekuatannya terhitung sedang, hanya 5,5 skala Richter, dua gempa yang mengguncang Taruntung, Sumatera Utara, Selasa 14 Juni 2011, berakibat fatal.
Gempa mengakibatkan sejumlah rumah dan bangunan roboh. "Sampai sekarang, ada 179 rumah dan bangunan yang rusak, 3 sekolah, 3 rumah ibadah, dan 1 kantor polsek," kata pegawai Sekretariat Kantor Bupati Taruntum, Gomgom Tampubolon saat dihubungi VIVAnews, Rabu 15 Juni 2011 siang.
Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa. "Kalau korban luka, yang tertimpa bangunan sekitar 50 orang, itu yang kami tahu," tambah dia.
Disampaikan Gomgom, saat ini pihak kabupaten telah melakukan penanggulangan akibat gempa, salah satunya dengan membuat dapur umum untuk para korban. "Pemerintah telah memberikan pertolongan dan menyediakan bahan makanan."
Diceritakan dia, dua gempa yang terjadi, yakni pada pukul 07.08 WIB dan pukul 10.01 WIB terasa kuat. "Kata BMKG kekuatannya 5,5 skala Richter, di pusat ibu kota kabupaten, guncangan terasa keras, kurang lebih selama 1 menit," kata Gomgom. "Getarannya tidak terasa seperti ombak, yang goyang-goyang, tapi seperti melompat-lompat. Tanah terasa bergetar."
Untuk diketahui, lindu yang mengguncang Sumatera Utara kemarin juga dirasakan sampai ke negeri jiran, Malaysia. Seperti dilansir situs Bernama, getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah di Semenanjung Malaysia seperti Melaka, Selangor, dan selatan Perak.
Departemen Meteorologi Malaysia menyebut, gempa terjadi pada pukul 08.08 waktu setempat dan episentrum terjadi di 330 kilometer barat daya Klang, Selangor.
Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Shah Alam saat dihubungi mengaku menerima telepon yang menginformasikan terjadi getaran di gedung Sekretariat Negara Selangor pada pukul 08.29 waktu Malaysia. (umi)