VIVAnews - Sekitar 500 orang dari massa Hizbut Tahrir Indonesia kembali berunjuk rasa menentang agresi Israel. Larangan penggunaan pengeras suara tidak menjadi halangan bagi massa untuk meneriakkan asipirasi.
Demo massa Hizbut Tahrir Indonesia itu digelar di depan komplek Istana Presiden, Jakarta Pusat, Jumat 16 Januari 2009. Massa yang menggunakan pengeras suara dengan skala kecil, megaphone. Untuk lebih mengeraskan suaranya, megaphone itu dibalut kertas besar berbentuk seperti corong. Alhasil, suara pun terdengar keras dan lantang.
Dalam aksi ini, massa mendesak agar pemerintah Indonesia segera mengirimkan pasukan ke Jalur Gaza. Desakan itu juga berlaku bagi negara-negara Islam lainnya. Massa juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa menghapus Israel dari peta dunia. Aksi demo ini juga diikuti kaum ibu dan anak-anak. Massa juga membentangkan spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap serangan Israel ke Palestina.
"Untuk menghentikan agresi Israel, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengirim pasukan ke Gaza. Kami menyerukan pemimpin negara-negara islam termasuk indonesia untuk mengirimkan tentara," ujar juru bicara Hizbut Tahrir, Ismail Yusanto, di lokasi.
Dalam serangan agresi Israel sudah sekitar seribu warga sipil Palestina tewas sia-sia. Sebanyak 30 persen dari para korban adalah anak-anak yang tidak berdosa.