Naik Haji Ala NII, Cukup ke Indramayu
Dalam komunitas NII, puncak haji jatuh setiap tanggal 1 Muharram.
Kamis, 28 April 2011, 09:09 WIB
Ismoko Widjaya
Tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah (ANTARA/Maha Eka Swasta )
VIVAnews - Pengikut komunitas Negara Islam Indonesia (NII) memiliki cara sendiri untuk menunaikan ibadah haji. Dalam Islam, mereka yang menunaikan ibadah haji akan berangkat ke Tanah Suci Mekah di Arab Saudi. Tapi bagi NII, untuk naik haji cukup ke Indramayu, ke Pondok Pesantren Al Zaytun.
"Ibadah Haji dalam NII itu adalah perkumpulan NII dari seluruh Indonesia. Semua petinggi kumpul di Indramayu," kata Ken Setiawan, pendiri NII Crisis Center yang juga anggota NII sejak 2.000 sampai 2002, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Kamis 28 April 2011.
Puncak ibadah haji dalam Islam jatuh pada 9 Zulhijah. Tapi dalam komunitas NII, puncak haji jatuh setiap tanggal 1 Muharram.
Dalam berhaji bagi Islam ada beberapa tahapan. Tahapan-tahapan itu antara lain, Tawaf atau tahapan berhaji dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
"Kalau di NII, tawaf ini cukup berkeliling pondok pesantran Al Zaytun yang seluas 1.200 hektar. Saat naik haji di NII, kami ditunjukkan kebanggaan Al Zaytun dengan kata-kata, inilah Islam," kata Ken.
Kemudian, lanjut Ken, yang lebih aneh lagi saat proses lontar atau lempar jumrah. Saat naik haji dalam Islam, proses melempar jumroh dilakukan dengan melempar tujuh buah batu-batu kecil atau kerikil ke arah tiga tiang di kota Mina, Arab Saudi.
"Di NII, melempar jumrah itu dilakukan dengan tujuh buah sak semen. Menurut petinggi NII, kalau pakai kerikil, kapan Islam bisa maju," kata Ken. Tujuh buah sak semen itu tidak serta-merta dilempar di Al Zaytun, tetapi diwujudkan dalam bentuk uang. Berapa harga total dari tujuh sak semen itu.
Dari jumrah tujuh sak semen itu mengalir dana ratusan juta. Ada yang menyumbang lebih dari harga tujuh sak semen. "Saat ini NII masih dipimpin Panji Gumilang alias Abu Toto alias Abu Maarif. Posisi Panji Gumilang sebagai Presiden," kata Ken. (sj)
Ken Setiawan bisa keluar dari NII gimana ya? dan buat aparat, dari wawancara tsb di sebutkan puncak haji buat warga NII pada 1 muharam di al-saytun. ya udah persiapkan diri aja. ato langsung aja datengin al-zaytun. kirim intel masuk ke al-zaytun
Memang lucu dan benar-benar sesat tu NII, knpa si panji gumilang ga ditangkap?kayaknya pemerintah tenang-tenang aja.Seharusnya ditangkangkp terus dimasukin RSJ....klo ga sembuh ya dilempar pake 7 sak semen tu biar mampus.
harusnya kerikil/semennya dilempar ke pimimpinannya karena setannya dia.
Wahai orang NII,,,katanya tidak mengakui Negara Indonesia,,,tapi nama negaramu kok mengandung kata INDONESIA,,,,NII(NEGARA ISLAM INDONESIA).. tu yang buat bahlul ato gmn ya?? perlu direvisi tuh.
NII ini adalah aliran sesat ... Haji adalah rukun islam yang ke lima, kalau perihal haji dan pengaturannya sudah di bedakan maka alirannya sudah masuk kategori sesat. Harus di tangkap dan bubarkan.
Harus nya lempar aja LPG 3kg jadi hemat anda semua dr pd beli mesiu paku baut
Pak Presiden, tuh ada negara dalam negara, masak diem ajah, tangkep tuh presiden, jangan cuma bisa nangkepin rakyat kecil yang mau ibadah.
whakkk...kedengerannya menggelitik juga...wah...kalau islam di jadikan seperti itu...yang mau masuk islam jadi enggan...ya ALLAH...kembalikan kemurnian agamaMu...AMIN...
Sekalian lempar jumroh dengan 7 camry,... pasti lebih cepat kaya lagi
rizka123
|
28/04/2011
|
Laporkan
Udah jelas banget,ajaran yang sesat,,,knapa juga g lempar dirinya sendiri aj ya.
afit200290
|
28/04/2011
|
Laporkan
Keren itu..gak keren cuma lempar 7 sak semen...kernanya lempar camry/ferari kayak punya melinda dee...pasti jadi kaya raya.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar