Nasional

TNI: Pemakaman Letkol Heru Salah Prosedur

Meski disebut salah prosedur, TNI tidak bisa menjustifikasi apakah Heru terlibat G30S/PKI.

Selasa, 26 April 2011, 07:28 WIB
Ismoko Widjaya, Dedy Priatmojo
Makam Heru Atmodjo di TMP Kalibata  

VIVAnews - Markas Besar TNI membenarkan pemindahan makam mantan Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara Republik Indonesia, Letkol (Pnb) Heru Atmodjo, dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada 27 Maret 2011 lalu. Pemakaman Letkol Heru di Kalibata salah prosedur.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Kolonel Minulyo Suprapto, untuk dapat dimakamkan di TMP Kalibata ada prosedur dan kriteria tertentu. Saat diteliti, Heru Atmojo tidak memenuhi prasyarat untuk bisa dimakamkan di TMP Kalibata.

"Pak Heru Atmojo, setelah diadakan penelitian, ternyata tidak masuk kriteria yang dapat dimakamkan di TMP Kalibata. Karena. itu makamnya dipindahkan," kata Kolonel Minulyo saat di konfirmasi VIVAnews.com.

Meski begitu, Mabes TNI belum bisa memastikan alasan pemindahan makam Heru Atmojo itu memang lantaran almarhum pernah terlibat G30S/PKI atau bukan. "Apa ada keterlibatan Beliau dengan PKI, untuk itu bisa ditanyakan ke Angkatan Udara," kata Minulyo.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kepahlawanan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial (K3) Kementerian Sosial, Hartati Solehah, mengaku tidak mengetahui soal pemindahan makam Letkol Heru Atmojo. Untuk kejelasan perihal pembongkaran makam itu, kata Hartati, sebaiknya langsung dijelaskan pihak Garnisun.

Sebagai salah satu petinggi di Dinas Intelejen AURI, Heru sering dianggap sebagai salah satu 'dalang' peristiwa G30S/PKI. Namun, Heru kemudian membantah keterlibatannya dan menerbitkan buku berjudul "Gerakan 30 September, Kesaksian Letkol (Pnb) Heru Atmodjo."

Dalam buku itu, Heru menceritakan perannya sehari sebelum persitiwa hingga empat hari setelah peristiwa. Dalam buku itu Heru membantah mengikuti rapat-rapat yang dilakukan PKI. Dalam buku itu, Heru juga mengaku tanda tangannya yang terdapat dalam Dewan Revolusi dipalsukan oleh orang lain.

Heru dimakamkan di TMP Kalibata karena menyandang Bintang Gerilya, penghargaan terhadap mereka yang pernah berjuang melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan. Saat meninggal pada 29 Januari 2011 lalu, penguburan Heru pun disertai prosesi upacara pemakaman militer, dengan salvo senjata dan pengheningan cipta. Saat pembongkaran 27 Maret lalu, keluarga turut hadir. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
winarno
05/07/2011
kasihan almarhum yg jadi korban kesalahan birokrasi, seharusnya pejabat yg sembrono untuk ditindak. sudah meninggal masih di sia2 kan.
Balas   • Laporkan
abu kanthet
14/05/2011
Sangat mengenaskan sekali, hanya karena "prosedur" jenasah orang yang pernah berjasa pada negara akhirnya harus dibongkar. mengapa kebencian selalu disebarkan walau yang dihina akan meninggal. Bangsa apakah ini. Beda banget ama ISRAEL. makasih
Balas   • Laporkan
mirna murni
26/04/2011
Kalo tidak pantes, oke oke saja bila dipindahkan. Aturan harus ditegakan.
Balas   • Laporkan
warga kedoya
26/04/2011
Kasihan, orang sudah meninggal masih aja disakiti dihadapan Allah semua manusia sama kedudukannya dari kopral sampai Jendral,rakyat biasa smp presiden yg membedakan adalah amalan-nya.....
Balas   • Laporkan
davega
26/04/2011
Ada-ada aja Indonesia, kuburan aja pake di kavling-kavling ningrat atau rakyat jelata yahh
Balas   • Laporkan
Apakah tulisan ini nggak boleh dikomentari?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ