Nasional

Diduga PKI, Makam Heru Dipindah dari Kalibata

Heru Atmodjo, mantan Asisten Direktur Intelijen AU, semasa hidup dikaitkan dengan G30S/PKI

Senin, 25 April 2011, 17:01 WIB
Bayu Galih, Nila Chrisna Yulika
Makam Heru Atmodjo di TMP Kalibata  

VIVAnews - Makam mantan Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara Republik Indonesia, Letkol (Pnb) Heru Atmodjo, dibongkar di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 27 Maret 2011 silam.

Makam Letkol Heru Atmodjo dipindahkan dari TMP Kalibata karena semasa hidupnya, Heru diduga terlibat Gerakan 30 September yang dilakukan Partai Komunis Indonesia.

Saat VIVAnews mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, 25 April 2011, makam Heru Atmodjo yang sudah dibongkar kini hanya tersisa sepetak tanah coklat dan batu yang diletakkan di tengahnya. Tidak terlihat kijing (badan makam) dan nisan, seperti makam yang lain.

Menurut salah satu penjaga makam, pembongkaran memang dilakukan karena Heru diduga terlibat G30S/PKI.

"Waktu itu kurang teliti dalam memeriksa surat-surat (administrasi)-nya. Jadi tidak tahu kalau dia terlibat PKI," jelas penjaga makam itu.

Saat pembongkaran pun, keluarga Heru ada dan ikut menyaksikan. "Waktu digali, dibongkar, keluarganya datang," jelasnya. Namun, hingga saat ini belum diketahui di mana makam Heru Atmodjo dipindahkan.

Sebagai salah satu petinggi di Dinas Intelejen AURI, Heru sering dianggap sebagai salah satu 'dalang' peristiwa G30S/PKI. Namun, Heru kemudian membantah keterlibatannya dan menerbitkan buku berjudul "Gerakan 30 September, Kesaksian Letkol (Pnb) Heru Atmodjo".

Dalam buku itu, Heru menceritakan perannya sehari sebelum persitiwa hingga empat hari setelah peristiwa. Dalam buku itu Heru membantah mengikuti rapat-rapat yang dilakukan PKI. Dalam buku itu, Heru juga mengaku tanda tangannya yang terdapat dalam Dewan Revolusi dipalsukan oleh orang lain.

Heru dimakamkan di TMP Kalibata karena menyandang Bintang Gerilya, penghargaan terhadap mereka yang pernah berjuang melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan.  

Saat meninggal pada 29 Januari 2011 lalu, penguburan Heru pun disertai prosesi upacara pemakaman militer, dengan salvo senjata dan pengheningan cipta. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dizal
25/04/2011
Taman makam pahlawan hanyalah simbol, tidak usah bangga punya keluarga yg dimakamkan disitu atau anda sendiri yg berminat?. diluar makam lebih banyak pejuang yg jauh dari hiruk pikuk publikasi perjuangannya dan mungkin kadar perjuangannya lebih baik
Balas   • Laporkan
Parah juga..Sudah dimakamin cuma gara-gara ada kemungkinan terlibat PKI..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ