Nasional
Banjir Sulawesi Barat

Jembatan Ambruk, Bantuan Terkendala

Ini bencana terbesar yang pernah terjadi dalam 30 tahun terakhir

Minggu, 11 Januari 2009, 14:13 WIB
Mohamad Teguh
foto ilustrasi banjir  

VIVAnews - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyatakan kesulitan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar.

Penyaluran bantuan terkendala karena salah satu jembatan yang menghubungkan Mamuju, Ibukota Provinsi Sulawesi Barat menuju Kabupaten Majene ambruk.
 
"Jembatan Deking yang berada di Kecamatan Malunda, Majene, ambruk dan masih belum bisa dilewati," kata Khaeruddin Anas, Kepala Humas Pemprov Sulawesi Barat yang dihubungi dari Makassar, Minggu, 10 Januari 2009.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan tersebut--berupa makanan, obat-obatan dan pakaian--telah dikerahkan sejak tadi pagi dan diharapkan bisa diterima warga sore ini.  "Namun, itu tidak mungkin karena jembatan rusak."

Jembatan yang terletak di kilometer 60 dari Kabupaten Mamuju itu putus hari Sabtu kemarin karena tidak kuat menahan arus air yang kencang. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum telah diperintahkan membuat jembatan darurat agar bantuan ataupun transportasi kembali normal. "Mudah-mudahan sore ini sudah bisa dilewati. Sehingga bantuan tersebut bisa segera dinikmati para korban."

Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh juga telah menerima informasi terkait bencana banjir yang menimpa 2 kabupaten di provinsi tersebut. Kendati demikian, Anwar Adnan Saleh belum bisa merinci total kerugian akibat banjir itu.  "Semua masih kami data. Apalagi masih ada beberapa daerah banjir yang belum bisa ditembus," ujarnya seperti disampaikan Khaeruddin.

Catatan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan, banjir yang terjadi Sabtu kemarin, merupakan bencana terbesar yang pernah terjadi dalam 30 tahun terakhir. Banjir yang terjadi kemarin menggenangi 8 kecamatan di 2 Kabupaten di Sulawesi Barat.

Akibat banjir tersebut ratusan rumah rusak, ratusan hektar sawah dan tambak tergenang.  Banjir itu juga menyebabkan sedikitnya 6 orang meninggal dan 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Laporan : Zeena/Makassar



• VIVAnews   |   Share :  
Rating