VIVAnews - Dunia mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang menewaskan lebih dari 700 orang, termasuk anak-anak dan perempuan. Tak hanya sekedar membaca puisi dan menggalang dana untuk Palestina, Pemimpin Masyarakat Madani Indonesia yang beranggotakan antara lain Din Syamsuddin, Rhoma Irama, dan Budiman Sudjatmiko mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat terpilih, Barrack Obama.
Dalam salinan surat terbuka yang diterima VIVAnews, Din Syamsuddin Cs meminta Obama tak tutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina, meski menghadapi pekerjaan rumah menumpuk di dalam negeri akibat krisis global. "Sebagai kekuatan global, Amerika harus menggunakan pengaruhnya untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel," kata Din Cs dalam surat bertajuk "Jangan Biarkan Dunia Runtuh" bertanggal 9 Januari 2009.
Pemimpin Masyarakat Madani mendesak Obama untuk menggunakan pengaruhnya, menekan Israel agar menghormati kemanusiaan, mematuhi resolusi PBB, dan hukum-hukum internasional. "Bermilyar rakyat di muka bumi, menanti kiprah seorang Amerika yang dapat dikenang dan dihormati sebagai negara besar yang menciptakan perdamaian," ujar Din Cs pada Obama.
Agresi Israel di Gaza, ujar surat tersebut, telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Tak hanya korban jiwa, ribuan yang rakyat Palestina lainnya kehilangan harapan dan masa depan yang lebih baik.
Pemimpin Masyarakat Madani meminta Amerika Serikat mengakhiri perannya sebagai pembela terdepan Israel. " [Kami] menanti kepemimpinan Anda di dalam membawa Amerika kembali kepada keluarga, masyarakat, bangsa-bangsa yang mencintai perdamaian."
Sebelumnya, pedangdut Rhoma Irama berpendapat Amerika sebenarnya dengan mudah bisa menghentikan Israel. "Sebagai bosnya Israel, mestinya Amerika bisa berbuat itu. Saya yakin, Bush (Presiden Goerge W. Bush) hanya cukup mengangkat telepon, Israel pasti berhenti," kata Rhoma kepada TV One, Jumat 9 Januari 2009.