Nasional

Presiden: Bubarkan Ormas Perusuh

"Agar dicarikan jalan yang sah dan legal, untuk jika perlu melakukan pembubaran."

Rabu, 9 Februari 2011, 11:29 WIB
Ismoko Widjaya
Presiden SBY  

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan aparat penegak hukum untuk tidak segan-segan membubarkan organisasi masyarakat yang melanggar hukum. Penegak hukum juga diperintahkan menindak seruan di muka umum untuk melakukan penyerangan massal.

"Kepada kelompok-kelompok yang terbukti melanggar hukum, melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, kepada para penegak hukum agar dicarikan jalan yang sah dan legal, untuk jika perlu melakukan pembubaran," kata Presiden SBY saat menghadiri Hari Pers Nasional di Kupang, NTT, Rabu, 9 Februari 2011.

Menurut SBY, pembubaran itu tidak boleh melanggar aturan hukum dan undang-undang. Presiden mengatakan saat ini adalah era kebebasan menyampaikan pendapat, berbicara, dan berkumpul. Tetapi, SBY menegaskan agar organisasi massa atau perkumpulan-perkumpulan di masyarakat tidak sekali-kali menyerukan penyerangan kepada salah satu kelompok tertentu.

"Kita tidak boleh memberikan ruang dan toleransi terhadap pidato-pidato, seruan-seruan di depan publik kepada komunitas tertentu untuk melakukan serangan, tindakan kekerasan, bahkan pembunuhan, kepada pihak manapun. Kesemuanya itu jelas-jelas pelanggaran hukum," kata SBY.

Presiden juga mengimbau masyarakat dan penegak hukum untuk mewaspadai bila ada massa berkumpul yang terindikasi untuk melakukan serangan. "Jangan dianggap biasa-biasa saja kalau massa berkumpul dalam jumlah yang banyak, yang diketahui akan melakukan tindakan kekerasan kepada pihak lain," ujar SBY.

SBY mengaku prihatin dan mengecam dua peristiwa kerusuhan dan bentrokan yang terjadi hanya dalam kurun waktu tiga hari.

Bentrokan pertama adalah penyerangan brutal terhadap jemaah Ahmadiyah di Banten pada Minggu, 6 Februari 2011, yang menewaskan tiga orang. Kerusuhan kedua terjadi di Temanggung, Jawa Tengah, kemarin yang menyebabkan tiga gereja terbakar dan porak-poranda. (Laporan: Jemris Fointuna, Kupang | kd)

Baca juga: Misteri Sepatu Tak Terlihat



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
joey
09/02/2011
hehehehehe...ternyata denger di TVONE anda pun banyak dibenci para jendral.... wibawa anda sudah jatuh... anda hanya ngomong doang tp ngak berani menindak tegas bawahan anda sendiri.. enakan karokean pa..sambil nulis buku....
Balas   • Laporkan
godwitus
09/02/2011
ya susah klo bubar kan otaknya sudah rusuuh lageee mending kegiatan terlarang aja
Balas   • Laporkan
rakyatmu
09/02/2011
BUBARKAN JUGA PEJABAT RUSUH...!!!
Balas   • Laporkan
cow_plateau
09/02/2011
Selesaikan akar masalahnya.
Balas   • Laporkan
firman86
09/02/2011
sulit kayaknya bubarin suatu ormas, walaupun bisa mereka kan membentuk ormas baru lagi...
Balas   • Laporkan
kang basyir
09/02/2011
tegas dah ga mempan pak .. KERAS .. kalo perlu KASAR !!
Balas   • Laporkan
lapak info
09/02/2011
mantap..bubarkann mereka ormas anarkis....
Balas   • Laporkan
andy99
09/02/2011
pak SBY brp kali anda bilang bubarkan...lalu tindak tegas...tangkap pelakunya...tp semua NOL besar...lama2 anda juga membosankan...omongan anda hanya manis unt di dengar,pencitraan ya pak....biar kelihatan peduli gt..pdhal ini sebuah pembiaran sistemik!!
Balas   • Laporkan
Edi
09/02/2011
Bubarkan juga ormas yang menjadi asal mula kerusuhan yaitu aliran Ahmadiyah
Balas   • Laporkan
armandab
09/02/2011
dibubarkan ? tar bikin lagi dgn nama yg baru lah...gampang ! bukan itu solusi nya BeyE
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ